PROPERTY INSIDE – Instalasi Industrialised Building System (IBS) dari proyek Forest City tercatat di Museum Rekor Malaysia sebagai fasilitas konstruksi prefabrikasi terbesar yang sepenuhnya otomatis.
Forest City yang dikembangkan Country Garden kembali meraih penghargaan ini pada 25 April lalu. Menteri Pekerjaan Umum Malaysia Baru Bian menghadiri acara penyerahan penghargaan dan, didampingi salah satu juri, memberikan sertifikat penghargaan kepada Forest City.
Setelah menerima sertifikat dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad atas sumbangsihnya terhadap perekonomian lokal, serta penghargaan Best Sustainable Green Development IBS dari Menteri Perumahan dan Pemerintah Lokal YB Zuraida Kamarudd, Forest City kembali memperoleh pengakuan dari pemerintah federal hanya dalam tempo dua bulan.
Baca juga: Ginza, Business Loft Pertama di Kawasan Prospektif Timur Jakarta
“Saya terkesan dengan IBS Forest City. Saya mengucapkan selamat atas proyek luar biasa ini, menjadi kebanggaan negara, bersamaan dengan kiprahnya sebagai cerminan terbaik dari arah perkembangan industri. Kami mendukung berbagai upaya yang dijalankan Forest City,” kata Bian.
Sementara Director of Strategy Forest City, Ng Zhu Hann menyebut bahwa penghargaan ini merupakan dorongan bagi Forest City, sejalan dengan keberhasilan IBS dalam meraih penghargaan lain dari pemerintah federal.
“Dengan memahami tujuan kebijakan perumahan 2.0 yang ditetapkan pemerintah Malaysiaserta inisiatif Kementerian Pekerjaan Umum tentang industrialisasi sektor konstruksi dan pengembangan teknologi building information modelling (BIM), kami akan terus berkontribusi terhadap transformasi industri Malaysia berdasarkan sejumlah konsep tersebut, menyediakan alih teknologi yang bersifat mutakhir, sambil meningkatkan rantai industri bagi sektor konstruksi lokal.”
Pada Agustus 2017, proyek tahap I untuk fasilitas IBS secara resmi beroperasi. Proyek ini dibangun oleh Forest City, EBAWE asal Jerman dan IMER asal Italia, dianggap oleh banyak pemerhati industri sebagai fasilitas terkemuka di Asia.
Baca juga: Catat Pertumbuhan Signifikan, Country Garden Naik Peringkat di Fortune Global 500
Proyek tahap I mencapai luas 73.000 meter persegi, dengan kapasitas tahunan yang direncanakan sebesar 260.000 meter kubik beton, dianggap memadai untuk area konstruksi seluas 1 juta meter persegi, atau setara dengan sekitar 9.000 unit hunian pada gedung apartemen yang biasa ditemui.
Sebagai proyek percontohan untuk gedung dengan perakitan modular (modular assembly), Forest City telah berhasil menuntaskan pembangunan lima gedung apartemen dengan sejumlah komponen yang dibuat fasilitas IBS.
Kepala Komite Perumahan, Komunikasi dan Multimedia Negara Bagian Johor, Dzulkefly Ahmad, menggelar inspeksi di dua gedung apartemen yang telah diselesaikan Forest City, serta Certificate of Completion and Compliance (CCC) dari pemerintah Malaysia pun diserahkan kepada pihak pengembang properti.










