PROPERTY INSIDE – Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) meminta para pengembang yang tergabung dalam asosiasi Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) untuk mendukung pelaksanaan Program Satu Juta Rumah (PSR).
Untuk itu, Himperra diharapkan dapat melakukan koordinasi yang aktif baik dengan pemerintah pusat dan daerah serta pihak perbankan untuk memperbanyak pembangunan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia.
Baca juga: Himperra Jabar Siap Sinergi Terkait Program Satu Juta Rumah
Saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Himperra di Surabaya (2/04), Jawa Timur Khalawi Abdul Hamid Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mengatakan, kami berharap pengembang yang tergabung dalam Himperra dapat mendukung pemerintah dalam Program Satu Juta Rumah.
“Himperra juga harus lebih agresif dalam membangun rumah baik rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non MBR,” harapnya.
Khalawi menjelaskan, meskipun usia Himperra baru satu tahun, tapi ternyata sepak terjang dalam pembangunan rumah di Indonesia cukup baik. Himperra, imbuh Khalawi, saat ini termasuk dalam jajaran tiga besar asosiasi pengembang perumahan khususnya bagi MBR.
Baca juga: Kuartal I, BTN Catatkan Capaian Positif Program Satu Juta Rumah
“Usia Himperra baru satu tahun tapi kinerjanya sudah membahana di Indonesia. Ketua Himperra yakni Endang Kawijaya termasuk salah satu tokoh perumahan yang fokus pada pembangunan rumah MBR dan bekerja dari hati.,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta Rakornas.
Khalawi juga berpesan kepada Himperra untuk membangkitkan lagi semangat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah perumahan di Indonesia.
Pasalnya, hingga saat ini konsep dan strategi yang baku yang dapat dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang perumahan untuk jangka panjang.
Baca juga: Empat Tahun PSR, Total Pembangunan Rumah Capai 3,54 Juta Unit
Khalawi berharap, pengembang Himperra harus mampu membangun rumah yang berkualitas, nyaman, aman dan sejahtera bagi para penghuninya.
Menurutnya lagi, Himperra selain sebagai asosiasi di bidang usaha bisnis properti tapi juga tidak lepas dari ibadah seperti lambang Himperra yang mencerminkan rumah dan ada nuansa religinya.
“Semoga anggotanya juga tidak segan-segan untuk tetap beramal shodaqoh sehingga bisa membuat Himperra lebih besar dikemudian hari” jelas Khalawi.
Baca juga: Tantangan Dibalik Beroperasinya Jalan Tol
Kementerian PUPR juga berharap, Himperra dapat berkoordinasi dengan sejumlah bank penyalur KPR bersubsidi FLPP seperti BTN dan bank-bank lainnya di Jawa Timur.
Dengan demikian, para pengembang Himperra juga dapat bertindak sebagai motor penggerak pembangunan rumah khususnya KPR bagi MBR di daerah.
“Saat ini informasi dari BTN Jawa Timur kuota KPR FLPP di Jawa Timur sudah habis. Tentu hal ini menunjukkan bahwa pasar properti khususnya rumah bersubsidi di Jatim sangat diminati masyarakat,” tandasnya.










