Hassan II Mosque, Indahnya Arsitektur Masjid dengan Menara Tertinggi di Dunia

PROPERTY INSIDE – Masjid Hassan II terletak di kota Casablanca, Maroko. Mulai dibangun tahun 1980 dan didesain oleh arsitek berkebangsaan Perancis Michel Pinseau dan dibangun oleh Bouygues. Masjid ini dibangun untuk memperingati ulang tahun mendiang Raja Maroko, Hassan II.

Masjid ini memiliki Menara tertinggi di dunia dengan ketinggian 210 meter (689 kaki) dan memiliki kapasitas 25.000 jema’ah. Ditambah lagi dengan pelataran yang mampu menampung 80 ribu jemaah.

Dimensi bangunan panjangnya 200 meter (660 kaki) dan lebar 100 meter (330 kaki). Semua granit, plester, marmer, kayu, dan bahan lain yang digunakan dalam konstruksi, diekstraksi dari sekitar Maroko, dengan pengecualian beberapa kolom granit putih Italia dan 56 lampu gantung kaca.

Baca juga: Ingin Punya Teras Besar di Rumah Kecil? Tirulah Desain Rumah Ini

Enam ribu pengrajin tradisional Maroko bekerja selama lima tahun untuk menciptakan mosaik dan lantai batu dan marmer yang berlimpah dan indah, cetakan plester berukir, dan langit-langit kayu berukir dan dicat. Permukaan luar masjid menampilkan lapisan titanium, perunggu, dan granit.

Fitur khusus di masjid adalah bahwa semua struktur terbuat dari beton bertulang dan semua dekorasi adalah desain tradisional Maroko. Pekerjaan konstruksi melibatkan keterlibatan 35.000 pekerja dan bekerja lebih dari 50 juta jam.

Hassan Mosque interior

Hassan Mosque interior.

Kabarnya masjid ini menelan biaya 800 juta dolar AS (Rp 8 triliun). Kala itu Masjid Hassan II disebut-sebut sebagai masjid termahal sedunia. Konstruksi masjid ini dibangun di atas lahan reklamasi, kawasan kumuh dekat laut, kini kawasan yang kumuh itu disulap menjadi indah dan berkelas.

Baca juga: Material Pengganti Kaca ini Tampilkan Bangunan Lebih Futuristik

Gaya arsitektur Masjid Hassan II memperlihatkan pengaruh gaya “Moorish” yang kuat dan mengingatkan orang pada kemegahan Alhambra dan Mezquita, dua peninggalan kebudayaan Islam yang termasyhur di daratan Spanyol.

Fitur arsitektur yang mencolok adalah lengkungan tapal kuda dan muqarnas yang tak terhitung banyaknya menghiasi langit-langit. Kubah, lengkungan, dan dinding memberikan suasana megah di masjid ini.

Ruang wudhu dan hammam (permandian umum gaya Turki) yang luas berada di ruang bawah tanah, dengan pintu masuknya sendiri. Teknik Tadelakt, atau teknik plesteran yang menambahkan kuning telur dan sabun hitam ke dalam plester campuran, digunakan di pemandian hammam.

Baca juga: Tips Membuat Kolam Taman dengan Air Terjun

Istimewanya, sebagian lantai masjid terbuat dari kaca tebal sehingga umat Muslim yang beribadah atau sujud dapat melihat langsung ke dalam laut Samudera Atlantik. Ruangan utama, dilapisi dengan karpet merah. Ada juga balkon khusus wanita dan anak-anak diletakkan di sebelah kanan pintu masuk dan dibuat dari kayu yang diukir indah.

Secara general, Masjid ini memadukan arsitektur Islam dan elemen Maroko, dan mencerminkan pengaruh Moor, sekaligus menampilkan urban design yang modern.

Share this news.

Leave a Reply