Summarecon: 2019 Properti Pulih, Target Rp4 Triliun

PROPERTY INSIDE –  PT Summarecon Agung Tbk sukses menyusun strategi bisnis dalam upaya melewati masa sulit di tahun 2018. Mereka berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar.

Kini, setelah melalui masa sulit di tahun 2018, PT Summarecon Agung Tbk memandang optimis prospek pasar properti tahun 2019.  Summarecon menargetkan penjualan sebesar Rp4 triliun di tahun ini.

President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi menyebut, kontestasi pemilu yang berlangsung relatif aman dan kondusif akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada pasar properti.

“Kami yakin tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih bahkan meningkat, dan situasi ini akan menggairahkan kembali penjualan properti di semua segmen,” kata Adrianto dalam Public Expose RUPST Summarecon, Kamis (20/6) di Jakarta.

Baca juga: Summarecon Bagi Deviden 10% Laba Bersih 2018

Summarecon menetapkan target sebesar Rp 4 triliun yang akan diperoleh dari 6 lokasi yang dikembangkan, Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung dan Makassar. Perseroan menerapkan sejumlah strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja penjualan secara terus menerus, menciptakan produk-produk yang inovatif dengan pengawasan kualitas yang sangat ketat.

Selain bekerjasama dengan agen properti, perseroan juga menyusun berbagai program promosi dan publikasi melalui media massa, baik media cetak, elektronik maupun online, serta bekerjasama dengan bank untuk memberi kemudahan dalam cara pembayaran.

Selain itu, menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan tetap menjadi fokus utama dan komitmen perusahaan. Summareconjuga memiliki Program Summarecon Quality Improvement Initiative (SQII) untuk memastikan kualitas produk dijaga secara konsisten sebelum diserahkan ke konsumen.

Baca juga: Summarecon Luncurkan Cluster Baru Di The Orchard

Komitmen kami untuk terus memberikan produk- produk berkualitas tinggi dan pengembangan berkelanjutan yang identik dengan merek Summarecon akan membuat Perseroan mampu melewati tahun yang penuh tantangan”, jelas Adrianto

Seperti diketahui perekonomian global tahun 2018, masih dibayangi oleh ketidakpastian dengan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, juga nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang terus terdepresiasi selama paruh pertama tahun 2018 dan mencapai level terendah Rp15.200,- pada paruh kedua.

Ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang dipengaruhi oleh ketidakpastian global baik dari faktor ekonomi dan politik, Summarecon berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar.

Dari penerapan strategi ini, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran.

Baca juga: Taruma City, Terlahir Karena Potensi Karawang

Dalam situasi yang sulit di tahun 2018, Summarecon berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, Summarecon berhasil membuka 2 lokasi baru; perumahan Srimaya di Bekasi Selatan pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018.

Pada saat peluncuran lokasi baru ini, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp190 miliar dan Rp270 miliar.

Share this news.

Leave a Reply