PROPERTY INSIDE – Dalam acara Indonesia Housing Forum yang megusung tema “Penyedian Hunian Milenial di Perkotaan” yang diadakan di Grand Sahid Jakarta (19/6), Direktur PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk. Maryono menegaskan bahwa kebutuhan hunian kalangan milenial terus meningkat.
Menurut Maryono, BTN melalui BTN Housing Finance Center atau HFC melakukan survei terhadap 270 responden berusia 21-35 tahun. Survei tersebut berasal dari wilayah padat penduduk seperti Jabodetabek, Jawa Timur (Surabaya-Sidoarjo) dan Batam.
Baca juga: Fokus Rumah Subsidi, Tahun Ini SPS Group Kejar Target 15 Ribu Unit
Hasilnya, generasi milenial ingin memiliki rumah tapak dengan harga terjangkau dan dengan tenor kredit pemilikan rumah (KPR) selama 10-15 tahun, serta cicilan yang sesuai dengan kemampuan.
Menurutnya, BTN telah menyediakan menyediakan skema Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang memudahkan milenial mendapatkan rumah. “Produk KPR Gaes menyasar milenial yang salah satu kemudahannya memberikan down payment (DP) atau uang muka hanya 1 persen,” imbuhnya.
Maryono menambahkan, KPR Gaes didesain cukup fleksibel untuk kalangan milenial yang mempertimbangkan berbagai aspek.
Baca juga: Kian Ekspansif Dan Inovatif, BTN Siap Jadi Mitra Utama BP Tapera
“Selain uang muka, kemudahan yang diberi antara lain kemudahan pengajuan aplikasi awal KPR/KPA, dan terjangkaunya biaya provisi dan administrasi,” tegasnya.
Dan di depan ratusan peserta acara yang sebagian besar kalangan milenial yang hadir dalam acara Indonesia Housing Forum tersebut Maryono menjelaskan bahwa untuk nabung uang muka juga bisa dilakukan di KPR Gaes.
BTN dalam menjalankan fungsi intermediasinya, Selain KPR gaes, BTN juga menyediakan produk tabungan untuk KPR, yaitu Si Muda Rumahku Tabungan untuk pemilikan rumah bagi mahasiswa dan pemuda.
Baca juga: Google Gelontorkan $1 Miliar Untuk Bangun Rumah Di San Fransisco
Maryono melihat bahwa diperlukan sejumlah terobosan baik dari sisi permintaan maupun pasokan agar para milenial tertarik memiliki hunian.
Menurutnya, para milenial akan menjadi tulang punggung dari perekonomian bangsa karena akan mendominasi sekitar 34% dari populasi penduduk Indonesia pada 2020.
“Untuk itu seluruh stakeholders bidang properti harus bisa bersinergi dan menyelaraskan strategi serta kebijakan dengan kebutuhan dan karakter generasi milenial,” harapnya.




