TOD Bukan Tren, tapi Kebutuhan Peradaban

PROPERTY INSIDE – The Urban Land Institute (ULI) menyebut bahwa pembangunan dewasa ini haruslah berorientasi pada konsep TOD (transit oriented development) sebagai pendekatan untuk memerangi kemacetan lalu lintas sekaligus melindungi lingkungan.

Organisasi nirlaba yang memantau kebijakan-kebijakan publik mengenai perkembangan perkotaan dan industri real estat di dunia itu memastikan bahwa tren TOD telah menjalar ke banyak negeri di seluruh dunia.

Transit Oriented Development telah menjadi tren dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Banyak negara sedang berupaya menciptakan komunitas transportasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan.

TOD sendiri berorientasi pada pengurangan penggunaan kendaraan pribadi dengan memastikan transportasi massal, seperti kereta api, MRT, LRT, busway dapat tersistem dan saling terkoneksi dengan baik.

Baca juga: “Rail Oriented Development” Mendukung “Transit Oriented Development”

Hal ini memungkinkan untuk menjalani kehidupan yang stresnya lebih rendah tanpa ketergantungan penuh pada mobil untuk mobilitas dan kelangsungan hidup. Dengan kata lain, TOD adalah perencanaan infrastruktur angkutan secara regional, sekaligus melakukan revitalisasi kota, serta pembaruan pinggiran kota.

TOD dengan cepat menjadi virus baik yang melanda banyak negara-negara maju dan berkembang. Meski sebenarnya konsep ini telah menjadi bagian penting bagi banyak negara, namun masih banyak masyarakatnya yang belum berpikiran terbuka menerima konsep pembangunan seperti ini.

Pembangunan berorientasi transit juga merupakan solusi utama untuk masalah perubahan iklim yang serius. Pengurangan penggunaan kendaraan pribadai akan mampu menjaga keamanan energi global karena jelas mengurangi konsumsi energi. TOD dipercaya dapat menurunkan penggunaan kendaraan pribadi hingga 85%.

Berbeda dengan masyarakat pengguna transportasi pribadi, para pengembang properti telah memiliki visi yang telah melihat bahwa konsep ini adalah konsep masa depan. Mau tidak mau, nantinya pengembangan perkotaan dan kawasan akan berpatokan pada konsep ini.

Baca juga: TOD, Peluang Untuk Kembangkan Affordable Housing Di Perkotaan

Pemerintah telah menyadari betapa pentingnya penerapan konsep TOD ini bagi pengembangan kawasan dan penyediaan hunian bagi masyarakat. Salah satu cara atau konsep yang akan dijajaki pemerintah adalah melibatkan swasta adalah melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Khalawi Abdul Hamid, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mengatakan, konsep kerjasama dengan swasta melalui KPBU dengan memanfaatkan tanah-tanah negara untuk dikembangkan sebagai kawasan hunian yang lokasinya cukup beragam.

Tanah negara yang dimanfaatkan untuk hunian milenial adalah dengan cara pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Pembangunan perumahan di kawasan TOD yang menyatu dengan moda transportasi karena menyikapi karakteristik milenial.

Milenial sebagai segmen konsumen terbesar untuk hunian, memiliki karakter untuk tinggal di hunian vertikal yang dekat dengan simpul-simpul transportasi. Hunian seperti ini tentu memudahkan aktivitas mereka yang sangat produktif dan aktif.

Baca juga: Konsep Hunian Berbasis TOD Akan Semakin Diminati

TOD Institute mencatat, banyak faktor yang mendorong konsep pengembangan berbasis transportasi berkembang pesat. Kemacetan lalu lintas di banyak negara yang sudah mencapai titik tertinggi menjadi salah satu pendorong utama.

Kemacetan lalu lintas itu sendiri tidak dapat diselesaikan dengan menambah banyak jalan raya. Membangun banyak jalan raya di dalam kota hampir selalu menyebabkan lebih masalah dan pada akhirnya, akan terjadi lebih banyak kemacetan.

Komponen pengembangan TOD utamanya adalah memprioritaskan pengguna angkutan massal. Stasiun kereta sebagai fitur utama pusat kota haruslah representatif, konsep pembangunan properti haruslah berdasarkan fitur mix-used development yang terdiri dari hunian, perkantoran, ritel, dll.

Baca juga: Kebutuhan Hunian Milenial Hingga 81 Juta, Perlu Terobosan Yang Masif

Dengan mengacu pada pengembangan TOD kualitas hidup akan lebih tinggi dengan tempat tinggal yang manusiawi dan terakses kemanapun dengan mudah. Mobilitas tentu menjadi faktor utama bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan dan sub-urban, dengan TOD, kemacetan dikurangi, yang tentu saja juga mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas.

Selain pengeluaran rumah tangga untuk transportasi jauh berkurang, TOD yang telah menjadi gaya hidup sehat juga akan mengurangi stres masyarakat perkotaan. Nilai positif lain, mengurangi ketergantungan pada minyak asing, mengurangi polusi, dan kerusakan lingkungan.

Yang jelas, investasi transit memiliki dua kali lipat manfaat ekonomi untuk sebuah kota daripada investasi jalan raya. Nilai properti akan lebih tinggi dan lebih stabil, memungkinkan kota dapat menggunakan kekuatan pasar untuk meningkatkan kepadatan di dekat stasiun, sehingga menciptakan sub-centre yang lebih efisien.

Share this news.

Leave a Reply