PROPERTY INSIDE – Taksi terbang sebagai masa depan transportasi perkotaan dapat mengernyitkan kening sekaligus menaikkan alis kita, tetapi Pickard Chilton firma arsitek yang berbasis New Haven, Connecticut, AS mewujudkan imajinasi tentang stasiun transportasi masa depan ini.
Rancangan Pickard Chilton ini menarik perhatian Uber, raksasa platform transportasi online. Rancangan kolaborasi antara Pickard Chilton dan perusahaan teknik global, Arup ini menjadi salah satu pemenang dari delapan pemenang lain yang merancang stasiun taksi terbang.
Sebelumnya, pada 2018 Uber mengumumkan kompetisi desain untuk mega-skyport, fasilitas bandara bagi taksi terbang yang mampu menangani hingga 1.000 helikopter listrik dengan seat lima kursi setiap jam.
Baca juga: Forest City Malaysia Hadirkan Robot Untuk Layani Penghuninya
uber Sky Tower (pic by Pickard Chilton)
Tim desain menghitung bahwa dibutuhkan enam helipad, dengan ruang untuk 15 kendaraan tambahan yang disiapkan untuk mengakomodasi jumlah operasi yang dibutuhkan, baik lepas landas maupun pendaratan.
Mereka menciptakan Sky Tower, sebuah sistem modul helipad yang dapat ditumpuk, masing-masing dibangun di sekitar landasan yang bergerak. Setelah kendaraan mendarat di landasan helipad di tingkat paling, seluruh landasan bergeser ke samping, membuat jalan untuk landasan lain di mana kendaraan lain yang masuk akan mendarat.
Peron landasan membawa setiap pesawat mendarat ke salah satu dari empat tingkat modul yang lebih rendah, masing-masing menampung empat landasan. Setelah diparkir, kendaraan diturunkan, diservis, dan dimuat kembali.
Baca juga: Kendala Utama Penerapan Smart City Di Dunia Adalah Birokrasi
Uber Sky Tower (pic by Pickard Chilton)
Setiap landasan kemudian menaikkan kendaraannya kembali ke tingkat atas modul untuk lepas landas. Enam dari modul-modul itu, ditumpuk dua dan tiga melintang, bisa muat dengan lahan sekitar 3 hektar atau lebih. Dengan begitu dapat menangani 1.080 penerbangan dan pendaratan dalam waktu satu jam.
Senior airport planner dari Arup, Byron Thurber dan tim desain merancang Uber Sky tower sebagai bagian dari jaringan yang dapat mengangkut pengguna dari satu sisi area perkotaan ke kota lain misalnya dari pusat San Francisco ke San Jose.
“Ini seperti layanan helikopter Pan Am yang lama, yang membawa penumpang dari Midtown Manhattan ke Bandara Internasional John F. Kennedy di New York,” kata Thurber seperti dilansir architectmagazine.com, Senin (15/7).
Baca juga: Pengembang Properti Tiongkok Reposisi Jadi Perusahaan Teknologi
Uber Sky Tower (pic by Pickard Chilton)
Pickard Chilton dan Arup mengatakan jaringan Sky Tower dapat menciptakan volume yang cukup untuk memperkenalkan skala ekonomi nyata, membuat biaya lebih layak dan terjangkau untuk lebih banyak pelancong yang tujuan akhirnyadapat mengurangi permintaan tentang angkutan darat.
James Garrett Jr, salah seorang juri dari kompetisi ini mengaku tidak 100 persen yakin bahwa ini benar-benar terimplementasi. “Ini tidak 100 persen masuk akal, tapi aku suka kenyataan bahwa kita berpikir ke depan, kita bermimpi ke depan, sebagai profesional desain,” ujar Garret.









