Infrastruktur Dorong Pertumbuhan GDP Indonesia dan ASEAN

By 20 August 2019News

PROPERTY INSIDE – Standard Chartered Bank bersama konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC), melansir laporan berjudul ASEAN, a region facing disruption; positioning mid-corporates for growth in Southeast Asia yang mencatat bahwa  pertumbuhan GDP di kawasan ASEAN mencapai USD 2.89 trilliun di tahun 2018.

Karena itu, perusahaan-perusahaan di ASEAN, termasuk Indonesia, perlu merancang strategi-strategi baru seperti digitalisasi, kemitraan, dan ekspansi ke luar negeri, untuk mendorong pertumbuhan menghadapi perubahan di sektor usaha mereka masing-masing.

Pertumbuhan GDP ini menjadikan ASEAN sebagai ekonomi terbesar ke-5 di dunia. Perkembangan ini membawa kesempatan signifikan bagi para individu dan pelaku bisnis di kawasan ini.

Baca juga: Atasi Backlog Dengan KPBU, Superblok Jadi Solusi

Ditambah lagi ekspektasi akan terus berlanjutnya pertumbuhan berkat pertambahan populasi dan urbanisasi. Dalam kurun waktu 4 tahun, diperkirakan bahwa ekonomi ASEAN akan menjadi yang terbesar ke-4 di dunia.

Selain itu, pertumbuhan kelas menengah juga akan mendorong kebutuhan akan lebih banyak produk investasi dan pengelolaan kekayaan (wealth management), serta layanan dan produk-produk konsumen aspirasional.

Manufaktur, ritel dan konsumen, serta infrastruktur diidentifikasi sebagai sektor-sektor kunci pertumbuhan di ASEAN, jelas laporan tersebut.

Secara total, ketiga sektor tersebut berkontribusi terhadap 44% GDP regional dan diharapkan untuk mempertahankan pertumbuhan yang kuat di waktu dekat (yaitu berkisar 7-9% per tahun pada 2021).

Baca juga: Permen Baru PPJB Menuai Respon

Laporan tersebut menyebut, sektor infrastruktur akan berperan sebagai pondasi bagi pertumbuhan sektor-sektor lain dan mengurangi inefisiensi pasar yang dapat memperlambat kecepatan pertumbuhan ekonomi.

Dengan lebih dari 800 proyek dalam pengerjaan, perkembangan sektor infrastruktur akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ASEAN.

Jiten Arora, Global Head of Commercial Banking Standard Chartered Bank, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan di ASEAN, termasuk di Indonesia, telah memainkan peran penting di jalur petumbuhan ASEAN.

Baca juga: Pak Jokowi, Kuota Rumah Subsidi Habis MBR Menangis

Namun demikian, lanutnya, disrupsi dari luar dan dalam akan memaksa pebisnis untuk meninjau kembali bagaimana mereka mempersiapkan diri untuk memastikan keuntungan yang berkelanjutan.

“Menerima dan mengadopsi solusi digital di sepanjang rantai nilai serta ekspansi regional adalah dua tema utama pertumbuhan yang dapat menjadi fokus perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memastikan mereka menjadi bagian dari narasi pertumbuhan ASEAN,” jelas Arora.

Share this news.

Leave a Reply