PROPERTY INSIDE– Suksesi kepemimpinan di tubuh asosiasi perusahaan properti tertua dan terbesar di Tanah Air yakni Realestat Indonesia (REI) kini semakin hangat.
Sekretaris Jenderal DPP REI Totok Lusida menjadi calon ketua umum (caketum) pertama yang resmi mendaftarkan diri ke Tim Penjaringan Caketum DPP REI periode 2019-2022 di Kantor DPP REI, Rukan Simprug Indah, Rabu (11/9).
Saat mendaftarkan diri, Totok Lusida telah mendapatkan dukungan dari 20 Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI se-Indonesia antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DI Yogyakarta, Jambi, Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bangka Belitung.
Baca juga: DP Jadi Kendala, Praktisi: Peluang Di Tengah Tantangan
Dukungan dari Pulau lain datang dari Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, NTT, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat, Maluku Utara.
Jumlah dukungan daerah tersebut diyakini akan terus bertambah hingga jelas Musyawarah Nasional (Munas) REI ke-XVI pada akhir November 2019 mendatang.
“Dengan dukungan penuh dari teman-teman daerah khususnya REI Jawa Timur, maka saya hari ini menyatakan diri untuk maju sebagai Caketum DPP REI periode 2019-2022,” kata Totok Lusida sebelum menyerahkan berkas pendaftaran kepada tim penjaringan yang diketuai Umar Husin.
Baca juga: Rumah Subsidi, BTN Dapat Tambahan Kuota 2.467 Unit
Totok menyatakan tekad untuk melanjutkan berbagai capaian yang yang sudah dilakukan kepengurusan DPP REI saat ini, dan menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang belum selesai.
Menurut Totok, tiga tahun terakhir sudah banyak pencapaian yang dihasilkan kepengurusan DPP REI di bawah kepemimpinan Soelaeman Soemawinata yang terbukti siang-malam mengawal kepentingan anggota REI dari berbagai kebijakan yang silih-berganti dikeluarkan pemerintah.
“Tetapi kerja memang belum selesai, sehingga kerja harus dilanjutkan. Oleh karena itu, saya mengharapkan dukungan seluruh anggota REI untuk memberi kesempatan bagi saya menuntaskan kerja-kerja yang belum selesai tersebut dalam tiga tahun ke depan,” ujar pengusaha properti dan farmasi asal Jawa Timur tersebut.
Baca juga: Kuota Rumah Subsidi Habis, Developer Menangis
Selama tiga tahun menjabat Sekjen DPP REI di tengah situasi industri properti yang sedang slowing down, Totok menyadari masih dibutuhkan perbaikan-perbaikan dari 7 pilar yang menjadi prioritas kerja kepengurusan periode 2016-2019.
Perbaikan tersebut seperti pendidikan dan pelatihan, pembiayaan dan perbankan, pertanahan, perpajakan, infrastruktur, tata ruang serta hukum dan perizinan. Untuk itu, dia akan mengusung kembali konsep tersebut dengan nama 7 pilar plus.
Mengusung visi “Melanjutkan Posisi Strategis REI Sebagai Penggerak Pembangunan Nasional”, sedangkan visi antara lain mengkonsilidasikan semua potensi anggota REI dan meningkatkan pelayanan organisasi agar cepat tanggap menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.
Baca juga: Kaltim Jadi Ibu Kota Negara, REI: Selesaikan Masalah Legal
Selain itu meningkatkan posisi tawar REI sebagai mitra strategis pemerintah, serta menjadi pemimpin opini strategis dalam berbagai kebijakan pembangunan nasional.
Totok pun berjanji akan tetap menjaga tradisi kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini sudah terajut erat di REI. Dia mengaku akan bekerja dengan keikhlasan demi kemajuan seluruh anggota REI.
“Sebagai penganut Katolik dan juga banyak belajar dari kiai-kiai di Jawa Timur, saya diajarkan kalau kita ikhlas maka kalau pun ada yang mengkritik atau marah, maka kita jangan balik membalas kemarahan itu. Ikhlas saja, dengar saja, dan tetap lakukan yang terbaik termasuk untuk organisasi tempat kita bernaung,” tegas pria kelahiran Surabaya yang juga aktif di sejumlah organisasi profesi dan olahraga itu.




