Cara Mudah Mengecat Wallpaper Kusam

By 15 September 2019Design

PROPERTY INSIDE – Seringkali kita bosan dengan wallpaper rumah yang sudah bertahun-tahun dipakai dan ingin menggantinya dengan cat tembok biasa. Tukang cat profesional biasanya menyarankan bahwa opsi terbaik untuk mengecat dinding adalah dengan mencopot wallpaper dari permukaan dindingnya terlebih dahulu.

Tapi mencopot wallpaper tentu bukan pekerjaan mudah, apalagi yang berperekat kuat. Pilihan paling simple adalah mengecat di atas wallpaper itu langsung. Sayangnya, jika kita tidak mengetahui cara yang benar mengecat wallpaper, akhirnya cat tembok rumah akan terlihat tidak rapi, bergelombang dan warnanya tidak seragam.

Lalu bagaimana tips mengecat langsung di atas wallpaper? Tips-tips dari Wikihow berikut mungkin bisa Anda coba aplikasikan sebelum mengecat wallpaper rumah.

Pertama sekali, bersihkan seluruh permukaan wallpaper secara merata dengan cairan tri-sodium phosphate; atau bisa juga dengan minyak tanah. Lalu bilas seluruh permukaan dengan air dan kain bersih untuk menghilangkan bahan pembersih dari dinding. Pastikan dinding kering setelah Anda membersihkan dan mengelapnya.

Baca juga: Material Pengganti Kaca Ini Tampilkan Bangunan Lebih Futuristik

Selanjutnya, periksa kondisi dinding yang tidak sempurna, lalu sebaiknya perbaiki terlebih dahulu sebelum kita mengoleskan lapisan cat dasar, karena wallpaper yang cacat tadi akan terlihat lebih jelas setelah wallpaper itu dicat.

Pastikan seluruh wallpaper menempel kencang, periksa semua keliman dan pinggirannya untuk memastikan bahwa tidak ada bagian yang terkelupas atau longgar. Usapkan tangan Anda di seluruh dinding untuk merasakan benjolan dan robekan pada wallpaper. Gunakan lem wallpaper untuk melekatkan setiap bagian yang longgar.

Gunakan amplas halus (sekitar 120-grit) untuk mengampelas seluruh dinding untuk memastikan permukaan dinding sudah halus sebelum dicat. Cat dasar dan cat bisa menempel lebih kuat pada area yang sudah diampelas.

Tanda dari pengamplasan yang kurang sempurna adalah munculnya gelembung udara kecil pada permukaan dinding. Bersihkan semua debu dengan kain setelah pengamplasan terakhir. Debu dan pasir akan merusak tampilan akhir dinding jika terlalu banyak debu yang menempel di dinding ketika dicat.

Baca juga: Tips Membuat Kolam Taman Dengan Air Terjun

Gunakan wall sealer pada wallpaper karena akan membantu mencegah kemungkinan longgarnya wallpaper setelah dicat. Pastikan untuk menggunakan sealer berbasis minyak atau lak, bukan sealer berbasis air. Sealer berbasis air bisa membuat wallpaper terlepas dari dinding.

Plester area yang tidak ingin Anda cat, seperti bagain dasar dinding dan bingkai jendela. Pastikan bahwa semua bagian yang tidak ingin Anda cat sudah tertutupi, karena cat bisa merembes, mengenai tepian dan sudut yang tidak diinginkan.

Berilah cat dasar di seluruh area wallpaper dengan cat dasar berbasis minyak, jangan menggunakan cat dasar berbasis air. Setelah kering, lakukan pengampelasan ringan pada wallpaper menggunakan ampelas dengan grit yang halus, dengan memberi perhatian khusus pada area yang telah diolesi spackle atau bahan penutup lubang.

Periksa dindingnya setelah cat dasar kering untuk mencari kerusakan yang mungkin terlewat sebelumnya. Jika ada lubang atau robekan, oleskan spackle lagi dan lapisi kembali area itu dengan cat dasar.

Baca juga: Ingin Punya Teras Besar Di Rumah Kecil? Tirulah Desain Rumah Ini

Cat dindingnya mengikuti anjuran dari produsen untuk penerapan dan waktu pengeringan. Daripada cat berbasis lateks, banyak profesional yang lebih suka menggunakan cat berbasis minyak untuk situasi ini, karena kelembaban yang ada pada lateks pada akhirnya bisa melepaskan wallpaper di bawah lapisan cat.

Oleskan dua lapis cat untuk hasil terbaik. Tunggu satu hari penuh sebelum mengoleskan lapisan kedua, dan ampelas lapisan pertama dengan ringan untuk mendapatkan hasil terbaik. Pastikan dinding sudah dicat dengan baik dan wallpaper di bawahnya tidak terlihat lagi.

Share this news.

Leave a Reply