PROPERTY INSIDE – Aksesibilitas adalah hal penting dalam integrasi antarmoda transportasi massal tentunya ada koneksi antara moda transportasi massal tersebut. Tanpa aksesibilitas, pengguna enggan untuk mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang telah disiapkan.
Oleh karena itu, sebagai bagian dari rencana besar (grand design) integrasi antara Stasiun ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW koridor 13, PT MRT Jakarta membangun jembatan layang (skybridge) yang akan menghubungkan pintu masuk stasiun dan jembatan layang melingkar yang akan dibangun oleh PT Transportasi Jakarta.
Baca juga: Investor Asing Mulai Lirik Program Satu Juta Rumah
Jembatan layang tersebut akan berada di sisi barat Stasiun ASEAN. Saat ini, kedua tempat singgah tersebut tidak terhubung satu sama lain sehingga pengguna MRT Jakarta dan BRT Transjakarta tidak bisa berpindah moda.
Pada Februari 2019 lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta mengadakan sayembara desain prasarana integrasi Halte Transjakarta CSW dan Stasiun ASEAN untuk mewujudkan aksesibilitas dua prasarana tersebut.
Nah pada April lalu telah diumumkan pemenang desain besar simpang CSW tersebut. “Pembangunan jembatan layang tersebut adalah bagian dari grand design integrasi antara Stasiun ASEAN dengan Halte Transjakarta CSW yang melayani koridor 13,” Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim.
Baca juga: Tenaga Kerja Asing Di Sektor Properti Diizinkan, Apa Dampaknya?
Rencananya, jembatan layang tersebut mulai dibangun di minggu kedua September 2019 dan target penyelesaian pada kuartal pertama 2020. “Nantinya skybridge tersebut akan dilengkapi dengan tangga, eskalator, dan elevator. Desainnya pun sudah di koordinasikan dengan pihak terkait pembangun desain besar Simpang CSW,” tegas Silvia.
Ke depannya, pengguna MRT Jakarta maupun Transjakarta, dapat mengakses kedua moda tersebut dari jembatan layang ini. Jembatan layang ini rencananya akan memiliki panjang 144 meter dan lebar 4,5 meter.
Baca juga: Pasar Properti, Penetrasi Dengan Produk Yang Dibutuhkan Konsumen
Dilengkapi railing pada koridor dan atap dengan konsep mengoptimalkan aliran udara secara alami. Jembatan layang ini juga akan dilengkapi dengan akses tangga, elevator atau lift, dan eskalator.
Tinggi dari permukaan jalan sekitar tujuh meter. Saat ini, terdapat dua stasiun dan halte yang telah terintegrasi langsung secara fisik, yaitu Stasiun dan Halte Bundaran Hotel Indonesia serta Stasiun dan Halte Lebak Bulus.
Diharapkan dengan semakin baiknya integrasi dan aksesibilitas, masyarakat semakin tertarik untuk berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi sehari-hari menjadi pengguna transportasi publik dalam kegiatan sehari-harinya




