PROPERTY INSIDE – Pertumbuhan transaksi uang elektronik yang signifikan di masyarakat mendorong pelaku industri untuk terus melakukan inovasi dalam pelayanannya.
Menggunakan kanal teknologi keuangan (financial technology) niaga-el (e-commerce) semakin menguat, termasuk penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran dalam sektor transportasi.
Bagi PT MRT Jakarta sebagai operator sistem transportasi massal perkotaan berbasis rel di Jakarta, tren ini akan diimplementasikan dalam sistem pembelian dan pemindaian tiket di gerbang penumpang (passenger gate).
Baca juga: Menteri Basuki Tokoh Favorit Indonesia Awards 2019
Saat ini, enam bulan sejak resmi beroperasi, untuk naik ratangga, penumpang dapat menggunakan tiket satu kali perjalanan (single trip ticket) atau kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank mitra.
Saat ini, PT MRT Jakarta sedang menyiapkan sistem pemindaian tiket menggunakan QR Code di gerbang penumpang yang akan dilengkapi dengan fitur pindai tersebut.
Nantinya, masyarakat dapat membeli tiket elektronik melalui aplikasi seluler yang sedang dikembangkan oleh perusahaan dan membayar tarif perjalanan menggunakan sistem QR Code yang akan disiapkan oleh mitra perusahaan.
Baca juga: Dihadiri Sejumlah Tokoh, Property Cup 2019 Kembali Digelar
Untuk membeli tiket perjalanan, penumpang hanya perlu memastikan telah mengunduh aplikasi seluler MRT Jakarta dan melakukan registrasi atau log in ke dalam aplikasi tersebut.
Alhasil penumpang bisa membeli tiket dengan mencantumkan stasiun keberangkatan dan tujuan, serta membayar dengan uang elektronik melalui sistem pembayaran mitra MRT Jakarta yang saat ini sedang dalam proses penentuan.
Kemudian, penumpang tinggal memindai tiket elektronik tersebut di fitur pemindai QR Code di gerbang penumpang yang telah dilengkapi fitur tambahan pemindai sehingga tidak perlu antre untuk membeli tiket sekali perjalanan atau di gerbang penumpang tanpa fitur pemindai QR Code.
Baca juga: Crown Group Resmikan Pembukaan Infinity By Crown Group
Tiba di stasiun tujuan, penumpang pun tinggal memindai tiket elektroniknya. Waktu pemindaian di gerbang penumpang dipastikan akan lebih cepat dibandingnya dengan kartu uang elektronik.
Rencananya, di akhir 2019, fitur QR Code ini sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Selain menyiapkan tiket elektronik ini, PT MRT Jakarta juga menargetkan untuk penggunakaan kartu multi trip agar dapat digunakan pada akhir November 2019 mendatang.
Baca juga: Sistem Buka Tutup Di Jalur Puncak Diganti MRLL, Begini Ujicobanya
Sejak beroperasi secara resmi terbuka untuk publik pada 24 Maret 2019 lalu, per 25 September 2019, tercatat sekitar 14.780.408 orang telah menggunakan layanan MRT Jakarta. Angka tersebut menunjukkan jumlah rata-rata penumpang harian mencapai lebih dari 82 ribu orang per hari.
Jumlah tersebut melebihi target sebelumnya yang berada di angka 65 ribu orang per hari. Data perbandingan antara bulan Agustus 2019 dan September 2019 (masing-masing per tanggal 1-25) menunjukkan adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 12 persen.




