Ibu Kota Negara Baru, Transportasi Publik Berbasis Listrik Akan Jadi Andalan

By 7 October 2019News

PROPERTY INSIDDE – Konektivitas dan aksesibilitas di Ibu Kota Negara (IKN) baru akan sangat mengandalkan transportasi publik atau massal.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri Kegiatan Talkshow Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara pada pekan lalu di Balikpapan.

“Dimanapun Ibu Kotanya, untuk melayani konektivitas dan aksesbilitas, transportasi publik seperti darat dan kereta api mutlak harus dibangun. Itu sangat dibutuhkan masyarakat,” jelas Menhub Budi.

Baca juga: Sayembara Desain IKN, Total Hadiah Hingga 5 Miliar

Menhub menjelaskan bahwa Kota yang memiliki daya tarik adalah kota yang mempunyai konektivitas dan aksesibilitas yang baik.

“Konektivitas dan aksesibilitas yang baik bisa dilakukan dengan membangun MRT, LRT, Kereta Api dan Bus Listrik. Itu akan sangat memudahkan pergerakan masyarakat,” ungkapnya.

Menhub mengatakan, Kemenhub menargetkan beberapa aspek yang harus dipenuhi di Ibu Kota Baru, seperti optimalisasi waktu tempuh penggunaan transportasi massal di Ibu Kota Baru.

Baca juga: Dukung Konektivitas IKN, Jembatan Pulau Balang II Selesai 2020

“Kami menargetkan perjalanan 20 kilometer maksimal dapat ditempuh selama 30 menit dan 80 persen masyarakat, maksimal berjalan kaki 10 menit untuk menuju transportasi umum,” ungkapnya.

Dalam rencana membangun infrastruktur transportasi di Ibu Kota Baru, Kemenhub mempunyai konsep “Smart City, Smart Mobility”. Konsep tersebut mendorong orang untuk menggunakan transportasi massal, berjalan kaki dan bersepeda dengan fasilitas yang people dan eco friendly.

Lebih lanjut Menhub Budi menyatakan bahwa 75 persen angkutan umum yang akan dibuat berbasis listrik dan berbahan bakar ramah lingkungan. Selain itu Kemenhub menargetkan pada jam sibuk, masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dan meninggalkan mobil pribadi.

Baca juga: HUT TNI Ke 74, Presiden Upayakan KPR Untuk Prajurit Hingga 30 Tahun

Dengan adanya dialog nasional ini Menhub Budi berharap dapat memberikan saran dan ide kepada Pemerintah dalam pemindahan ibu kota. Pemerintah melalui Kementerian PUPR mulai hari ini hingga 18 Oktober 2019 membuka sayembara desain wilayah ibukota baru.

Sayembara tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemindahan Ibu Kota Negara baru ke Kalimantan Timur.

“Saya pikir dialog yang banyak dengan warga, media, tokoh masyarakat ini bagus memperkaya eksekusi kita dengan suatu eksekusi yang lebih sesuai dengan harapan kita,” tutur Menhub Budi.

Share this news.

Leave a Reply