PROPERTY INSIDE – Pasar properti yang menunjukkan tren membaik sejak kuartal III-2019 diprediksi akan terus berlanjut di 2020. Hal itu didukung situasi politik yang semakin kondusif pasca terbentuknya pemerintahan baru hasil Pilpres 2019.
Selain itu juga penurunan suku bunga acuan serta kebijakan pelonggaran aturan loan to value (LTV) dan finance to value (FTV) yang efektif berlaku mulai akhir 2019.
Presiden Direktur Triniti Dinamik Samuel S. Huang mengungkapkan bahwa kebijakan baru LTV dan FTV tersebut semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh akses pembiayaan perumahan khususnya untuk rumah kedua dan seterusnya.
Baca juga: Property Outlook 2020, Peluang Di Tengah Tantangan
Kebijakan ini menurut Samuel akan berdampak kepada segmen hunian menengah atas yang selama ini bergerak agak slow dalam beberapa tahun belakangan ini.
“Sinyal pulihnya ekonomi sudah terlihat sejak pertengahan tahun ini, sehingga kami melihat pasar properti di 2020 akan lebih baik setelah sempat tertahan di awal 2019 karena dinamika politik dan Pilpres,” imbuhnya usai topping off The Smith, Alam Sutera, Tangerang.
Baca juga: The Real TOD Pertama Di Indonesia Ada Di Depok
Alhasil tahun depan akan memberikan kesempatan yang tepat untuk masyarakat membeli properti, baik untuk dihuni, maupun sebagai sarana investasi. Seperti diketahui, Bank Indonesia kembali akan melonggarkan LTV untuk kredit properti sebanyak 5 persen. Sementara bagi properti berwawasan lingkungan akan diberikan tambahan keringanan rasio LTV FTV sebesar 5 persen.
Relaksasi baik LTV maupun FTV yang mulai berlaku efektif pada akhir tahun ini, ungkap Samuel, diperkirakan akan berdampak positif pada 2020. Sementara itu CEO Triniti Land, Ishak Chandra juga menyampaikan hal yang sama dan diharapkan tahun 2020 kondisi sektor properti sudah mulai pulih.
Baca juga: Lakukan Topping Off, Penjualan The Smith Capai 75%
“Dilihat dari kondisi pasar yang ada, kami memperkirakan pasar properti di tahun 2020 bisa membaik tapi tidak dapat kembali lagi sebaik tahun 2010-2013. Hal ini disebabkan karena faktor ekonomi regional yang cenderung melambat dan juga belum kembalinya pasar Investor karena masih belum pulihnya kepercayaan terhadap pasar properti.” ujar Ishak.
Selain didorong kebijakan yang dibuat pemerintah, rampungnya sejumlah proyek infrastruktur maupun transportasi serta stabilitas politik dan keamanan yang lebih baik setelah pelantikan kabinet baru juga diharapkan menjadi pemicu bergairahnya kembali industri properti di dalam negeri.




