Property Outlook 2020, Peluang di Tengah Tantangan

By 10 December 2019Mortgages, Property News

PROPERTY INSIDE – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merayakan Hari Ulang Tahun KPR ke 43 di kantor pusat BTN, Harmoni, Jakarta Pusat (10/12).  Dalam rangkaian HUT tersebut, Bank BTN menggelar Seminar Property Outlook yang dihadiri oleh para stakeholder.

Tahun 2020 diprediksi akan menjadi tahun yang menantang bagi industri properti dan pembiayaan properti karena tantangan likuiditas dan kekhawatiran memburuknya kualitas kredit akibat ancaman perlambatan ekonomi dan gejolak ekonomi global.

Selain itu tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk mendorong pembiayaan properti di tengah ancaman perlambatan ekonomi nasional dan ancaman resesi ekonomi global.

Baca juga: MERUMAHKAN RAKYAT TANGGUNG JAWAB SIAPA???

Namun sejumlah peluang juga menghadang karena sektor properti diprediksi masih menggeliat karena sejumlah insentif yang diberikan Pemerintah, mulai dari kuota bantuan pembiayaan perumahan, insentif perpajakan hingga penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Selain itu juga ada pelonggaran Loan to Value atau LTV yang meringankan uang muka yang wajib disetorkan konsumen untuk mengakses KPR, kredit pemilikan rumah.

“Perbankan pada umumnya bersikap lebih hati-hati dalam menghadapi tahun 2020 karena masih ada tantangan likuiditas dan tekanan dari kredit bermasalah sehingga laju pertumbuhan kredit termasuk untuk sektor properti kami proyeksikan hanya akan tumbuh single digit,” kata Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN, Nixon L.P Napitupulu.

Baca juga: Tol Kunciran – Serpong, Konekvitas Perekonomian Banten Dan Jakarta

Nixon menilai, pertumbuhan kredit properti seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi maupun non subsidi, serta kredit agunan rumah dan kredit pembangunan rumah akan tumbuh single digit karena sejumlah faktor, diantaranya  anggaran pemerintah untuk subsidi perumahan yang terbatas.

Seperti duketahui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menyatakan, APBN menganggarkan Rp 11 triliun untuk  memfasilitasi subsidi pembiayan 102.500 unit pada tahun 2020. Jumlah unit rumah yang dapat mendapat subsidi tersebut lebih rendah dari tahun 2018  yang sebesar 280.000 unit dan tahun 2019 yang mencapai 162.000 unit.

Baca juga: Apersi Banten Berharap Pemerintah Maksimal Urus Rumah Rakyat

“Pembiayaan perumahan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam penyediaan perumahan, saat ini APBN memberikan porsi yang tidak banyak atau kurang dari 2% jadi pertumbuhan KPR subsidi sangat terkatrol dengan APBN namun ke depan, kehadiran BP Tabungan Perumahan Rakyat bisa menjadi harapan bagi industri properti,” kata Nixon.

Meski  alokasi APBN tidak selalu meningkat, namun kontribusi Bank BTN terhadap Program Sejuta Rumah (PSR) tetap tinggi. Berdasarkan catatan Bank BTN, sejak tahun 2015 ketika program tersebut bergulir, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 3,10 juta unit, baik berbentuk KPR subsidi maupun non subsidi.

Share this news.

Leave a Reply