Woodingdean Well, Sumur Galian Manual Terdalam di Dunia, Dalamnya Setara 3 kali Monas

By 22 October 2020Life Style

PROPERTY INSIDE – Sumur Woodingdean, adalah sumur terdalam di dunia, dalamnya sekitar 390 meter, hampir setara gedung Empire State Building di Amerika, atau 3 kali tinggi Monas.

Sumur yang dibangun pada tahun 1858 ini berada di Rumah Sakit Nuffield di Woodingdean, dekat Brighton and Hove, Inggris. Hebatnya, sumur yang digagas oleh Brighton’s Guardians ini digali dengan tenaga manusia. Awalnya digali untuk kebutuhan air di sebuah sekolah industri untuk remaja sekitar 2 mil jauhnya di Warren Farm. Tujuan sekolah ini adalah untuk mengajarkan teknik industri kepada para pemuda kota.

Rumah Sakit Nuffield di Woodingdean

Sumur ini, berada di Rumah Sakit Nuffield di Woodingdean, Inggris.

Baca juga: Situs Kerajaan Kuno 4 Ribu Tahun Lalu, Menjelma Jadi Peradaban Maju

Sumur Woodingdean, awalnya dibuat dengan susunan batu bata selebar 6 kaki ke bawah kedalaman sekitar 400 kaki, setelah 2 tahun penggalian dan telah mencapai kedalaman sekitar 438 kaki, air tetap tidak ditemukan.

Karena sudah begitu dalam, para penggali khawatir mereka melewatkan sumber air, akhirnya dicoba untuk menggali ke samping sekitar 30 kaki ke utara, namun ini juga tidak menghasilkan apa-apa. Terowongan lateral lebih lanjut didorong ke barat dan ke timur, tetap tidak mendapatkan air.

Tidak ingin dianggap gagal, proyek ini terus dilanjutkan selama beberapa tahun kemudain dengan para pekerja yang bekerja 24 jam sehari. Penggalian bahkan hanya mengandalkan cahaya lilin dalam kondisi yang memprihatinkan.

Baca juga: Rumah-Rumah Mewah Para Godfather Mafia

Woodingdean_Well

ilustrasi ketinggian sumur Woodingdean setara Empire State Building.

Banyak yang melepas pakaian mereka dan bekerja telanjang karena terbatas diameter lingkaran sumur yang hanya 4 kaki. Mereka terus menggali, memuatnya dalam ember, dan meletakkan batu bata sebagai dinding sumur. Penggalian ini memakan korban jiwa, seorang penggali tewas terjatuh.

Hingga pada suatu malam, saat shift kerja di hari Minggu tanggal 16 Maret 1862, seorang tukang batu memperhatikan kerak tipis bumi tempat dia berdiri perlahan-lahan terdorong ke atas seperti piston raksasa.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, air mulai membanjiri lubang poros itu dan air akhirnya ditemukan. Butuh lebih dari 4 tahun pekerjaan yang melelahkan untuk menggali lubang sedalam 1.285 kaki tanpa bantuan mesin.

Share this news.

Leave a Reply