Gelar Rakerda, Apersi Banten: PBG Membuat Bisnis Menjadi Tak Pasti

By 24 November 2021Property News

PROPERTY INSIDE – Safran  Edi Harianto Siregar, Ketua DPD Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Banten mengakui bahwa saat ini ada kenadala dalam pembangunan rumah subsidi. Hal ini diungkapkan oleh Safran disela-sela acara Rapat Kerja Daerah V Apersi Banten di Hotel Allium, Tangerang (19/11).

Saat ini anggota Apersi Banten banyak yang kebingungan soal aturan baru yaitu peralihan dari Izin Membangun Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Peralihan ini dituangkan di Undang Undang Cipta Kerja (UUCK) pada Agustus 2021 lalu.

“Hingga kini, yang saya tahu belum ada PBG yang jalan. Di kota-kota besar pun demikian, belum ada peraturan daerah atau perdanya. Kita sebagai pebisnis menunggu, dan berharap segera direalisasikan,” jelasnya.

Bahkan Safran meyakini, hingga 6 bulan ke depan sepertinya belum bisa berjalan karena membuat aturan baru itu ada tahapannya.  Untuk itu dirinya berharap agar IMB atau sekarang yang disebut PBG agar bisa berjalan dengan cara ada solusi sementara hingga perda-nya terbentuk.

“Atau bisa saja menggunakan aturan yang lama untuk sementara, agar kita para pengembang bisa bergerak, berbisnis,” tegas Safran yang berharap masalah ini jangan berlarut-larut karena pengembang butuh kepastian bisnisnya.

Di Banten, menurut Safran ada puluhan pengembang yang siap meluncurkan proyek baru tapi malah terkendala dan malah jadi kebingungan. Kondisi yang tak jelas ini membuat para pengembang kehilangan waktu dan tentunya pengeluaran yang tak pasti.

“Jadi kondisi saat ini kebanyakan pengembang sudah melalukan izin lokasi, tapi tak bisa membangun. Ini karena PBG, nelum ada perdanya. Padahal satu sisi, ini akan jadi pemasukan bagi daerah sendiri,” terangnya.

Kondisi ini tak hanya terjadi di pengembang rumah subsidi tapi juga pengembang yang membangun perumahan non subsidi. Safran mengakui, kendala pengembang dalam 2 tahun ini banyak menerima tantangan. Salah satunya menurut Safran efek pandemi yang belum usai, dengan melemahnya pasar.

Dan hingga saat ini anggota Apersi Banten terus survive melewati pandemi. Safran pun me gakui pemerintah juga berperan dalam menbggerakkan ekonomi dengan cara memberikan kemudahan dalam pembelian unit rumah dengan keringanan pajak-pajaknya.

“Sayangnya kondisi ekonomi yang membaik dan juga pasar yang bergerak malah tertahan pasokannya dengan kendala di PBG ini. Kami berharap kendala ini segera dibenahi oleh lembaga, instansi terkait karena pengembang butuh kepastian dalam berbisnis,” tutupnya.

Share this article:

Leave a Reply