Imbas Demonstrasi Hong Kong, Kunjungan Wisman Ke Singapura Melonjak

By 14 December 2019Hospitality

PROPERTY INSIDE – Gelombang protes dan demonstrasi di Hong Kong membawa imbas bagi sektor wisata Singapura. Volume transaksi perhotelan di Singapura melonjak drastis dengan kedatangan wisatawan yang didominasi orang-orang yang ingin menghindari protes di Hong Kong.

Volume transaksi perhotelan Singapura mencapai $ 5,7 miliar, angka yang belum pernah terjadi sebelumn 30 November 2019. Data awal dari Colliers International mencatat, angka ini meningkat lima kali lipat dibanding tahun lalu dan paling banyak dalam setidaknya satu dekade.

Baca juga: Investasi Asing Terus Menyasar Industri Perhotelan Asia Pasifik

Govinda Singh, Direktur Eksekutif Colliers, mengatakan Singapura mendapat manfaat dari protes yang mengguncang Hong Kong selama enam bulan terakhir.

Data Singapore Tourism Board juga menunjukkan, rekor 5 juta pengunjung yang datang ke negara pulau itu pada kuartal ketiga didominasi oleh wisatawan dari China Besar.

Selain kedatangan wisatawan asal China, pembukaan kompleks hiburan baru yang luas di Bandara Jewel Changi, yang menawarkan air terjun indoor tertinggi di dunia juga menjadi daya tarik tersendiri, selain Grand Prix F1 Singapura juga turut membantu pertumbuhan wisatawan.

Baca juga: Tahun Ini Volume Investasi Perhotelan Asia Pasifik Bakal Tembus US$ 11 Miliar

Beberapa kesepakatan merger investasi real estat Singapura juga mendorong transaksi. Kesepakatan terbesar tahun ini adalah pembelian Mandarin Orchard senilai $ 1,2 miliar setelah penggabungan OUE Commercial Reit dan OUE Hospitality Trust. Selain krisis ekonomi, prospek jangka pendek untuk pasar perhotelan Singapura cukup menguntungkan.

Dengan beberapa acara besar dan pameran membuat pasar perhotelan kembali bergairah di tahun 2020. Sejumlah even-even baru juga akan membantu memperkuat posisi Singapura sebagai negara pariwisata Asia Tenggara.

Share this news.

Leave a Reply