Tahun Ini Volume Investasi Perhotelan Asia Pasifik Bakal Tembus US$ 11 miliar

By 8 November 2019Hospitality

PROPERTY INSIDE – Investor semakin tertarik terhadap aset-aset ‘safe haven’ di kota-kota utama kawasan Asia Pasifik. Konsultan real estat global JLL memperkirakan volume transaksi hotel di wilayah Asia Pasifik meningkat 25 hingga 30 persen dibanding tahun lalu menjadi lebih dari US$ 11 miliar pada 2019.

“Terlepas dari situasi ekonomi yang kurang menentu dan meningkatnya sentimen politik, hotel-hotel di Asia Pasifik memperlihatkan prospek bisnis yang meyakinkan di tengah pertumbuhan industri pariwisata serta penurunan suku bunga dan imbal hasil obligasi,” kata Mike Batchelor, CEO, JLL Hotels & Hospitality Asia Pacific.

Baca juga: Skye Suites, Rising Star Industri Perhotelan Australia

Permintaan yang kuat tahun ini, sebut Batchelor, didukung oleh perusahaan ekuitas swasta, pengembang, dan klien domestik. JLL, lanjut dia, yakin bahwa 2019 akan menjadi tahun ketiga dengan volume transaksi tertinggi dalam satu dekade terakhir.

“Hingga saat ini, hanya tahun 2017 dan 2015 yang mampu melampaui volume transaksi lebih dari US$ 11 miliar. Selama sembilan bulan pertama tahun ini, investasi hotel di wilayah Asia Pasifik telah mencapai US$ 7,8 miliar.”

Pertumbuhan ini, sebut Batchelor, didorong oleh serangkaian agenda acara besar di Jepang, seperti Piala Dunia Rugbi 2019, Olimpiade Tokyo 2020 dan World Expo 2025. Negara ini telah membukukan volume transaksi hampir US$ 3 miliar sejauh ini.

Baca juga: Semester I 2019, Investasi Perhotelan Asia Pasifik US$ 4,5 Miliar

“Penopang pariwisata tersebut akan mendorong permintaan akomodasi, dan para investor akan memanfaatkan peluang ini. Jepang adalah pasar dengan kinerja terbaik di kawasan ini dan diperkirakan akan membukukan rekor tertinggi dengan volume transaksi sebesar US$ 4 miliar tahun ini,” lanjut Batchelor.

Di seluruh Asia Pasifik, prospek pasar hotel tetap positif. Di China, menurunnya permintaan sewa kantor dan penjualan ritel telah mengalihkan perhatian investor ke hotel-hotel yang berada di wilayah dengan kinerja perdagangan yang meningkat.

Sementara itu, Singapura menantikan beberapa transaksi penting tahun ini. Pada bulan September, JLL menyarankan OUE Limited untuk menjual Oakwood Premier OUE Singapura ke perusahaan joint-venture Hong Kong sebesar US$ 209 juta.

Baru-baru ini, JLL menandatangani perjanjian penjualan Andaz Singapura yang merupakan transaksi aset hotel tunggal terbesar dalam sejarah kota pulau itu, bernilai US$ 344 juta.

Share this news.

Leave a Reply