Aeropolis, Akhir Tahun Luncurkan Hunian Vertikal

By 8 November 2019Property News

PROPERTY INSIDE – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) terus melakukan pengembangan proyek kawasan terpadu Aeropolis. Menempati area pengembangan seluas 105 hektar, Aeropolis dirancang sebagai kota bandara, sebuah kawasan terpadu yang mendukung perkembangan bandara internasional Soekarno Hatta (Soetta).

Totonafo Lase Pimpinan Proyek Aeropolis menjelaskan Aeropolis berkembang pesat menjadi kawasan yang bukan hanya nyaman sebagai tempat tinggal, tetapi juga memenuhi beragam kebutuhan lain untuk bisnis.

Selain menyediakan ribuan unit apartemen, Aeropolis juga menyediakan beragam fasilitas bisnis seperti perkantoran, komersial, pergudangan, dan pusat gaya hidup modern.

Baca juga: Aeropolis Kian Berkembang, Intiland Pun Berstrategi

Menurutnya, pengembangan kawasan terpadu Aeropolis sejalan dengan arah pengembangan bandara Soetta ke depan. Pengembangan kawasan ini akan semakin masif seiring dengan perkembangan infrastruktur transportasi seperti kereta bandara dan rencana pembangunan jalan tol baru yang menghubungi wilayah Serpong hingga Bandara Soetta.

“Kawasan ini akan menjadi pelengkap dan penunjang dari arah perkembangan bandara yang sangat cepat dan semakin ramai. Untuk itu Intiland telah menyiapkan rencana pengembangan baru di Aeropolis. Perseroan rencanannya akan meluncurkan apartemen baru pada akhir tahun ini atau awal tahun depan,” kata Totonafo.

Baca juga: JORR 2, Kunciran-Serpong Ditargetkan Beroperasi Bulan Ini

Unit-unit apartemen yang akan diluncurkan memiliki ukuran lebih besar. Unit-unit ini juga akan dipasarkan lengkap dengan perabot dan perkakas atau fully furnished sehingga memudahkan para pembeliannya. “Kami sedang finalisasi rencana ini. Unit apartemennya lebih luas karena tipe satu kamar dengan kisaran harga mulai Rp350 juta,” ungkapnya lebih lanjut.

Selain unit-unit apartemen, perseroan saat ini juga  memasarkan fasilitas pergudangan yang merupakan salah satu perkembangan terbaru di Aeropolis. Pengembangan tahap pertama meliputi pembangunan 105 unit gudang berbagai tipe ukuran.

Baca juga:  Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Siapkan Strategi Khusus

Fasilitas pergudangan ini mendapat sambutan sangat baik dari konsumen. Terbukti dari 85 unit gudang yang dipasarkan, saat ini telah terjual sebanyak 79 unit. “Jadi gudang yang siap pakai hanya tinggal 6 unit dengan ukuran yang lebih kecil. Sisanya masih ada tetapi harus inden karena belum terbangun,” Totonafo.

Perseroan berkomitmen untuk pengembangan Aeropolis di masa depan. Selain merupakan salah satu proyek utama perseroan, Aeropolis memiliki prospek pengembangan ke depan sangat baik sebagai sebuah kawasan kota bandara yang maju dan modern.

Share this news.

Leave a Reply