Penjualan Hingga Rp 460 M, Crown Group Optimis di 2020

By 14 January 2020Property News

PROPERTY INSIDE – Dalam tiga bulan terakhir, Crown Group mencatatkan penjualan lebih dari Rp460 miliar, perusahaan properti yang banyak mengembangkan proyek di Australia ini pun optimis menghadapai tahun 2020.

Prisca Edwards, Direktur Penjualan Crown Group mengatakan bahwa kepercayaan pasar properti di Australia telah kembali dan ini dibuktikan dengan hasil penjualan Crown Group.

Selain itu menurutnya, adanya penurunan suku bunga oleh Bank Central dan mulainya banyak proyek dipasarkan dimana secara tradisi pada musim semi dan panas merupakan momentum untuk menggerakan pasar. Sehingga pasar properti terbesar negara itu, Sydney dan Melbourne bergerak dan juga adanya pertumbuhan positif di Brisbane.

Baca juga: Pasar Properti Tak Signifikan, Developer Tetap Maksimalkan Potensi

“Crown Group mengalami lonjakan kuat dalam penjualan selama tiga bulan terakhir dan kami berharap akan terus tumbuh secara eksponensial pada 2020,” katanya yang juga menjelaskan bahwa pada Agustus 2019, Crown Group menjual proyek hunian di Sydney senilai Rp192 milyar dan pada September-Oktober angka tersebut tetap kuat dengan penjualan lebih dari Rp 110 milyar setiap bulannya.

“Kami melihat tahun depan akan lebih kuat, ditandai dengan minat baru dari pembeli karena fundamental pasar yang solid, seperti suku bunga rendah, pembangunan hunian yang lambat dan meningkatnya permintaan pasar, ” imbuhnya.

Seperti di Sydney, pada minggu kedua November 2019 lalu merupakan waktu tersibuk. Tercatat terjadi 664 penjualan. Hal ini karena akan memasuki musim dingin dan stok yang terbatas juga menyebabkan lonjakan harga di dua pasar properti terbesar Australia tersebut selama bulan Oktober.

Baca juga: The New Attaleya, Rumah Dua Lantai Harga Rp500 Jutaan Di CitraLand Cibubur

Dimana nilai unit meningkat sebesar 1,85% dengan nilai median AUS$ 720.658 di Sydney dan 2,37% dengan nilai median AUS$ 558.254 di Melbourne. Secara nasional, nilai hunian tumbuh sebesar 1,2%, yang terjadi selama empat bulan berturut-turut sejak Juli 2019, dan kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2015, menurut laporan CoreLogic Home Value Index.

Sementara itu Ekonom Moody’s, Katrina Ell, meyakini bahwa koreksi harga hunian sebagian besar telah berlalu di sepanjang pantai timur. Nilai apartemen di kota  Sydney diprediksi meningkat rata-rata 7,9% pada tahun 2020, diikuti oleh peningkatan sebesar 8,4% pada tahun 20121.

Sedangkan laporan yang dibuat oleh CoreLogic  -Moody’s juga memperkirakan pertumbuhan sebesar 7% pada tahun 2020 diikuti dengan peningkatan 7,8% pada tahun 2021 untuk Melbourne. Laporan tesebut juga sesuai dengan perkiraan HSBC – pertumbuhan harga hunian sebesar satu digit pada tahun 2020 untuk Sydney dan Melbourne.

Baca juga: Unik, Hotel Ini Punya Taman Tropis Di Setiap Kamarnya

Selanjutnya, laporan akhir tahun yang dibuat oleh Commonwealth Bank of Australia juga memperekuat prediksi yang dibuat oleh CoreLogic – Moody’s. Commonwealth Bank of Australia memperkirakan penurunan suku Bunga deposito sebesar 0,5% pada bulan Maret 2020. Sementara tingkat hunian sewa di kota Sydney, diprediksi di bawah 3%.

Untuk itu, Sydney perlu mendorong kegiatan pembangunan hunian hingga 35 ribu unit untuk mengimbangi  pertumbuhan penduduk yang terjadi dengan tingkat pembangunan saat ini yang masih berkisar di angka 25 ribu unit.

Lebih lanjut Commonwealth Bank of Australia juga menjelaskan beberapa kunci utama dalam cerahnya prospek tahun 2020. Kondisi perekonomian dan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang positif, tingginya pengeluaran pemerintah kota Sydney dalam hal infrastruktur transportasi yang mencapai Rp 460 triliun. Dan semakin menurunnya hutang usaha serta kembalinya kepercayaan di sektor pasar hunian.

Share this news.

Leave a Reply