PROPERTY INSIDE – Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu (5/2) meresmikan Monumen Fatmawati di provinsi Bengkulu. Kepala Negara bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 08.35 WIB.
Setibanya di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Kota Bengkulu, Presiden akan langsung menuju Rumah Ibu Fatmawati Soekarno. Presiden akan meresmikan Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj. Fatmawati Sukarno yang berlokasi di Simpang Lima Ratu Samban, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.
Baca juga: Indahnya Arsitektur Situs-Situs Budaya Iran Yang Diancam Donald Trump
Pembuatan Monumen ini dikerjakan oleh pematung ternama nasional I Nyoman Nuarta. Patung Ibu Fatmawati dirancang setinggi lebih dari 7 meter dengan filosofi yang melambangkan bahwa putri-putri Bengkulu patut diperhitungkan. Ibu Fatmawati sendiri adalah putra bangsa dari Bengkulu sebagai penjahit pertama Sang Saka Merah Putih.
“Kita perlihatkan kepada anak-anak milenial kita bahwa itu dari Bengkulu dan itu perlu menjadi sebuah kebanggaan serta respect kepada daerahnya dan jangan semua itu hanya di Jakarta. Dan ini saya kira harus bisa inspiratif terhadap masyarakat terutama anak-anak milenial ya, kembali dan membangun daerahnya, penting itu,” terang Nyoman Nuarta, beberapa waktu lalu
Baca juga: Balaikota Boston, Contoh Langka Konsep Arsitektur Brutal
Pematung Nyoman Nuarta memiliki banyak karya terbaik nasional, seperti Garuda Wisnu Kencana (Badung, Bali), Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya) dan Monumen Proklamasi Indonesia (Jakarta).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berharap perjuangan Fatmawati ini patut dicontoh oleh seluruh masyarakat. Presiden menjelaskan bahwa, Ibu Agung Fatmawati bukan hanya ibu masyarakat Bengkulu, tetapi ibu seluruh rakyat Indonesia.
“Ibu Agung Fatmawati ini bukan sekedar ibunya masyarakat Bengkulu, tetapi juga ibu seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Presiden.
Baca juga: Desain Arsitektur RSJ Bak Arkham Asylum Takkan Menyembuhkan Orang Seperti Joker
Turut bersama Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Bengkulu antara lain, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.
Selain itu turut pula Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Staf Khusus Presiden Andi Taufan.



