Apa Isi Piramida Giza, Bangunan Tertua di Dunia itu

By 22 February 2020Architecture

PROPERTY INSIDE – Piramida Khufu atau lebih sering disebut sebagai Piramida Agung Giza (Great Pyramid of Giza) adalah konstruksi buatan manusia tertinggi di dunia yang pernah ada. Selama ribuan tahun piramida ini menjadi misteri besar yang sulit dipecahkan.

Piramida Agung ini satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia kuno yang masih ada dan sampai saat ini masih menjadi perdebatan tentang bagaimana piramida ini dibangun, tanpa jawaban yang jelas dan pasti.

Piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (Χεωψ, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.

Baca juga: Futuristik, Ini Rancangan Stasiun Taksi Terbang Uber Di Masa Depan

Piramida Agung Giza adalah bagian utama dari kompleks bangunan makam yang terdiri dari dua kuil untuk menghormati Khufu. Tiga piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida “satelit” yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan makam-makam berukuran kecil di sekeliling piramida untuk para bangsawan.

Salah satu dari piramida-piramida kecil itu menyimpan makam ratu Hetepheres, adik, dan istri Sneferu serta ibu dari Khufu. Juga ditemukan sebuah kota, termasuk sebuah pemakaman, toko-toko roti, pabrik bir, dan sebuah kompleks peleburan tembaga.

piramid giza

Tahun 2017, peneliti Perancis mengembangkan sebuah robot eksplorasi yang diatur untuk mengungkap rahasia ruang misteri di dalam Piramida Agung Giza. Robot dapat masuk ke lorong sempit yang mengarah ke ruang dalam dan melihat apa yang telah bersembunyi di sana selama 4.500 tahun.

Pada awal November 2017, keberadaan lubang setinggi 98 kaki yang terletak jauh di dalam piramida diungkapkan oleh tim peneliti internasional. Terdapat ruang kosong raksasa yang terletak di atas Galeri Agung dan tujuannya tidak jelas.

Baca juga: Indahnya Arsitektur Situs-Situs Budaya Iran Yang Diancam Donald Trump

Para ilmuwan ingin mencari tahu mengapa kamar-kamar itu dibangun, maka lembaga penelitian Prancis Inria dan CNRS telah bekerja sama untuk membuat balon robot. Perangkat dapat masuk melalui lubang 3,5-sentimeter, dan kemudian mengembang di dalam.

Perangkat tersebut terbuat dari dua robot kecil, satu dilengkapi dengan kamera HD dan lainnya dilengkapi dengan balon udara. Para ilmuwan yang terlibat dalam pemindaian menyebut bahwa penemuan itu sebagai “terobosan” yang menyoroti kegunaan fisika partikel modern dalam arkeologi.

Mehdi Tayoubi, salah satu pendiri proyek ScanPyramids sekaligus Presiden president of the Heritage Innovation Preservation Institute mengatakan, ruang dalam piramid terdiri dari satu atau beberapa struktur. “Mungkin itu bisa menjadi Galeri Agung lainnya. Bisa jadi kamar, atau bisa juga banyak hal lainnya,” kata Mehdi.

Share this news.

Leave a Reply