Sikasep Dan Sikumbang, Apersi: Sebaiknya Ditinjau Ulang

PROPERTY INSIDE – Memasuki bulan ketiga setelah diluncurkan pada tengah Desember 2019, Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) yang dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum berjalan maksimal.

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Junaidi Abdillah menyatakan program atau aplikasi ini harus di evaluasi segera keberadaannya.

Menurutnya lagi, percuma kalau ada tambahan kuota anggaran untuk rumah subsidi pada April mendatang kalau program SiKasep dan SiKumbang bermasalah dan justru menjadi hambatan bagi pengembang dalam memasarkan rumah subsidi.

Baca juga: Apersi Banten: SiKasep Harusnya Memudahkan, Bukan Menghambat

“Gimana mau bikin cepat program sejuta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kalau programnya terus bermasalah. Kalau menghambat lebih baik jangan digunakan dahulu,” ujarnya saat dijumpai di kantor pusat Apersi, Selasa (3/3).

“Anggota Apersi hampir 100 % pengembang rumah subsidi,dan menggunakan kedua program tersebut, tapi tidak bisa KPR (kredit pemilikan rumah) ke perbankan. Bahkan ketika akan akad kredit data malah hilang,” jelasnya.

Selain itu, menurut Junaidi, peran perbankan untuk untuk segera mencairkan KPR juga terhadang oleh program SiKasep dan SiKumbang ini. “Padahal ini ranah perbankan, banyak pengembang MBR yang terkendala atas program ini,” katanya.

Baca juga: Lobi-Lobi Apersi Untuk Kuota Rumah Subsidi

Junaidi menegaskan, bahwa setiap hari anggota Apersi yang ada diberbagai daerah selalu memberikan informasi terkait kedua aplikasi ini, SiKasep dan SiKumbang. Fakta di Lapangan, masih banyak sekali kendala seperti sistem yang eror, KPR tidak bisa cair, karena masalah data konsumen yang diberikan pengembang hilang dan lainnya.

Sehingga penyaluran KPR untuk rumah subsidi ini terkendala dilapangan dan masyarakat akhirnya menunggu tanpa ada kepastian yang jelas. “Pemerintah seharusnya percaya juga kepada pengembang dan juga perbankan yang menyalurkan rumah subsidi, jangan sampai dihambat terus,” terangnya.

Baca juga: Ciputra Beach Resort, Selaras Dengan Kearifan Lokal Pulau Dewata

Namun Junaidi tetap apresiasi program pemerintah dengan adanya Sikasep dan Sikumbang ini. dalam rangka mentertibkan pengembang dalam mewujudkan program rumah untuk MBR.

Namun, kalau hanya untuk menghambat tujuan dari program tersebut, lebih baik di evaluasi kembali. “Jangan sampai masalah ini dibiarkan dan banyak masyarakat yang tidak mendapatkan rumah yang layak, karena masalah SiKasep dan SiKumbang ini,” katanya.

Share this news.

Leave a Reply