Terdampak Corona, Transaksi Travel Agent Online ini Turun 75%

By 14 April 2020News

PROPERTY INSIDE – Pelemahan ekonomi akibat dari wabah covid-19 telah terasa berdampak signifikan pada industri pariwisata tanah air. Dampak ini juga dirasakan online travel agent (OTA) Tiket.com yang merupakan bagian dari industri hospitality dan pariwisata.

Managing Director Tiket.com Gaery Undarsa, dalam konferensi pers virtual pada Senin (13/04) kemarin, menjelaskan bahwa penjualan mereka menurun hingga 75 persen, dengan penurunan terbesar pada tiket pesawat, diikuti oleh hotel.

Gaery menjabarkan, penurunan penjualan mengharuskan mereka untuk menyusun strategi asumsi risiko dengan masa darurat yang berbeda-beda demi menjaga stabilitas fiskal perusahaan. Skenario awal disusun untuk tiga bulan, kemudian enam bulan, dan terakhir hingga satu tahun.

Baca juga: PHRI: Sebanyak 1.266 Hotel Tutup Terdampak Corona

Di saat yang sama, perusahaan mengaktifkan survival mode agar sebisa mungkin tak mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut Gaery, PHK adalah opsi terakhir. Sedangkan untuk mempertahankan bisnis, Gaery mengatakan perseroan telah memangkas sejumlah ongkos operasional.

Pos yang paling besar dipotong adalah ongkos marketing atau penjualan dengan porsi mencapai 90 persen. Dengan begitu, perusahaan pun otomatis memutar kemudi fokus dari bisnis penjualan tiket dan hotel ke sisi customer handling atau layanan konsumen.

Perubahan fokus perseroan ini juga didorong oleh meningkatnya minat konsumen untuk melakukan reschedule atau pengubahan jadwal perjalanan hingga refund alias pengembalian tiket. Per hari, tutur Gaery, peningkatan untuk layanan konsumen ini mencapai 7-10 kali lipat.

Meski begitu, Gaery mengakui perusahaan masih mengantongi transaksi dari penjualan-penjualan tiket. “Penerbangan masih menyumbang transaksi paling besar karena saat ini masih ada orang yang butuh melakukan perjalanan, seperti untuk keperluan medis dan pemerintah,” tuturnya seperti dilansir Tempo.co.

Baca juga: Okupansi Anjlok Akibat Corona, Enam Hotel Di Pekanbaru Tutup

Gaery optimistis situasi ini akan berakhir dan ekosistem pariwisata kembali pulih. Ia mengakui sudah menyusun asumsi pemulihan seandainya persebaran virus corona berhasil dimampatkan.

Pertama, ia mengatakan, tren pemulihan akan difokuskan terhadap penjualan hotel-hotel di dalam kota untuk kepentingan staycation. Ia meyakini, seusai pandemi berakhir, masyarakat mula-mula akan memilih berlibur dengan menginap di hotel-hotel dengan radius yang masih tak terlampau jauh dari rumahnya.

Tren ini, kata dia, terjadi karena masyarakat bosan terus-terusan berada di rumah selama wabah. Kedua, tren pemulihan difokuskan untuk destinasi yang bisa dijangkau dengan transportasi pribadi, seperti di Bandung atau Puncak, Bogor. Ketiga, tahap pemulihan dilakukan untuk destinasi domestik seperti Yogyakarta dan Bali. “Untuk pemulihan tujuan internasional ini bakal menjadi tahap terakhir,” ujarnya.

Share this news.

Leave a Reply