PROPERTY INSIDE – Pada triwulan pertama tahun 2020, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran menarik investasi sebesar US$ 602,9 juta dari Penanaman Modal Asing (PMA). Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat dari jumlah tersebut PMA itu menyebar di 490 proyek.
Adapun investasi PMA yang masuk di triwulan I ini, sebagian besar berada pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, yaitu US$ 1,5 miliar dengan total 323 proyek.
Baca juga: PSBB Berlaku Di Jakarta, Pengerjaan Konstruksi Properti Berhenti
Kemudian, investor asing juga menanamkan modalnya pada sektor listrik, gas, dan air sebesar US$ 868,6 juta dnegan 220 proyek. Lalu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi US$ 806 juta sebanyak 346 proyek. Selanjutnya, industri kimia dan farmasi sebesar US$ 569,4 juta dengan jumlah 508 proyek.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Realisasi PMA pada triwulan I 2020, telah mencapai angka mencapai 28,2% dari sebesar Rp 348 triliun. Adapun secara keseluruhan, pemerintah menargetkan investasi pada tahun ini sebesar Rp 817,2 triliun.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2020 naik 8% secara tahunan, dari Rp 195,1 triliun menjadi Rp 210,7 triliun. Tercatat investasi Penanaman Modal Asing (PMA) turun sementara realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) naik.
Baca juga: Imbas Corona, REI DKI Minta Penundaan Hutang Pokok & Keringanan Bunga Bank Hingga Desember 2020
“Realisasi PMA memiliki proporsi 46,5% sedangkan PMDN 53,5%. Realisasi PMA turun 9,2% dibandingkan triwulan I 2019 sebesar Rp 107,9 triliun menjadi Rp 98 triliun. Sementara, realisasi PMDN triwulan I 2020 sebesar Rp 112,7 triliun, naik 29,3% secara tahunan,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia melalui video conference, Senin (20/4).
Dengan menurunnya investasi asing, proporsi investasi domestik kini mendominasi total investasi di triwulan I 2020. Pada triwulan I 2019, investasi asing memiliki porsi sebesar 55,3%, sementara PMDN sebesar 44,7% dari total investasi yang masuk.
Sementara pada triwulan I 2020, andil investasi PMA menyusut menjadi 46,5% diikuti dengan meningkatnya kontribusi PMDN menjadi 53,5% dari total investasi.




