PROPERTY INSIDE – Seorang taipan keturunan Cina-Thailand, pernah menawar sebuah rumah tua di Bangkok yang telah berumur sekitar 200 tahun. South China Morning Post melaporkan, sang konglomerat itu menawarkan harga 2 miliar baht, atau setara dengan Rp 949 miliar.
Namun, sang pemilik rumah tua gaya Hokkien abad ke-19 itu, keluarga Posayachinda menolak menjualnya. Keluarga Posayachinda yang telah tinggal selama delapan generasi di rumah itu tidak akan menjual rumah tua itu. Bahkan, meskipun mereka tak mampu memperbaiki banyak kerusakan.
So Heng Tai Mansion, adalah kediaman tertua di Bangkok. Rumah itu sebenarnya sudah mengalami banyak kerusakan. Kondisi rumah itu cukup memprihatinkan, bagian atap bocor, lantai pun longgar, pilar yang retak.
Baca juga: Rumah Pantai Bekas Tempat Liburan Putri Diana Dilelang USD 12,5 Juta
Rumah leluhur keluarga Sino-Thailand itu terbuat dari kayu jati dan batu bata. So Heng Tai Mansion adalah peninggalan leluhur keluarga itu. Leluhur mereka adalah pedagang yang berasal dari Provinsi Fujian di Cina. Mereka berpindah ke Siam (Thailand) dua abad lalu.
Saat itu, pedagang tersebut menjadi kaya, kemudian membangun rumah besar di dekat Sungai Chao Phraya sekitar tahun 1800-an. Duangtawan Posayachinda, perempuan 76 tahun yang menjadi ahli waris, serta tiga anaknya kompak menolak, meskipun mereka menyadari akan kaya bila menerima tawaran itu.
Baca juga: Kisah Horor Dibalik Keindahan Arsitektur Rumah-rumah “Berhantu”
Walau ia bisa berpendapat demikian, tetapi menjual rumah dianggap bukan keputusan yang tepat. Poosak Posayachinda adalah generasi kedelapan dalam keturunan keluarga itu, “Saya lahir dan dibesarkan di rumah ini. Itu adalah warisan saya,” ujarnya.
Warisan keluarganya itu menempati luas lahan 1.600 meter persegi yang dibangun di lingkungan bersejarah Talat Noi. Kompleks berdinding terbuka ke lorong melalui pintu merah tua, seperti kuil Cina di antara hiasan lentera.
Baca juga: Setelah 12 Tahun Dipasarkan Akhirnya Rumah Berhantu Ini Terjual Rp 4,3 Miliar
Kini, rumah tua itu telah dibuka menjadi tempat wisata. Wisatawan yang ingin memasuki area rumah tersebut, harus membeli tiket berupa minuman yang dijual penghuni rumah. Tidak hanya itu, So Heng Tai Mansion juga kerap dijadikan lokasi pembuatan film dan drama televisi, yang mengambil latar belakang cerita hunian penduduk China tempo dulu.
Rumah ini kabarnya juga cukup angker meski selalu berpenghuni, Poosak mengungkapkan bahwa rumah ini berhantu dan kerap terjadi kejadian menakutkan di malam hari. Bukan hanya hantu, ia mengatakan bahwa banyak ular yang mengintai rumahnya dan memakan dua ekor anjing peliharaannya.




