PROPERTY INSIDE – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa proyek padat karya di kementerian yang dipimpinnya dapat menyerap 605 ribu tenaga kerja.
Proyek PKT ini dianggarkan sebesar Rp11,8 triliun dan diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru. “Kita harus membuka lapangan kerja sehingga orang bisa beraktivitas,” kata Basuki dalam konferensi video Seremonial Penyelesaian Span Terakhir Pekerjaan Erection Box Girder Proyek Jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar, Minggu (17/05).
“Sekarang semua sedang kesulitan, jadi tidak hanya membagi sembako. Bagi sembako memang perlu, tapi apa iya mau begitu terus?” kata Basuki.
Baca juga: Akibat Covid-19, 30 Juta Pekerja Properti Terancam PHK
Selain itu, basuki juga memastikan proyek jasa konstruksi bisa terus berlangsung di tengah wabah pandemi virus Corona atau Covid-19. Kuncinya, setiap proyek harus menerapkan protokol seperti yang tertera dalam Instruksi Menteri PUPR Nomor 02 Tahun 2020.
Basuki juga menyatakan bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan Covid asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan. Meski dengan adanya protokol pencegahan Covid-19, Basuki mengakui jangka waktu penyelesaian proyek menjadi lebih panjang.
Baca juga: Ekonomi Lesu, REI: Pemerintah Harus Gerakan Industri Properti
Pekerjaan dengan durasi 50 hari bisa menjadi 100 hari karena penempatan pekerjanya mesti diatur sesuai ketentuan. Setelah diterapkan dan dijalankan, pekerjaan proyek tersebut bisa dilakukan di tengah pandemi. Karena itu, ia mendorong para pekerja jasa konstruksi untuk tetap berjuang di situasi saat ini.
Salah satu proyek konstruksi yang terus berlangsung saat ini adalah pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar. Proyek tersebut kini telah memasuki tahap akhir pemasangan balok jembatan. Proyek Jalan Tol layang pertama di Kota Makassar ini diperkirakan dapat diselesaikan pada tahun ini.



