Antara PHK dan Covid-19, Profesi Agen Properti Jadi Penawar

PROPERTY INSIDE – Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia membuat sendi-sendi perekonomian terganggu. Di Indonesia pemutusan hubungan kerja alias PHK pun jadi opsi pengusaha pasca Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret lalu.

Dan sektor properti adalah salah satu industri yang paling terasa dampaknya. Transaksi properti anjlok, dan pastinya untuk semua segmen produk properti. Dari kelas atas hingga kelas bawah. Dari proyek properti baru dan juga yang secondary.

Hal ini diakui Nurul Yaqin, Konsultan Properti BenHook Property yang menyatakan kejadian ini perlahan dan akhirnya sektor properti mulai tak berkutik.

“Walau saya akui, dan saya perhatikan, developer setengah mati memberikan gimmick marketing namun hasilnya tak maksimal,” terangnya beberapa waktu lalu.

Nurul berharap pemerintah lebih fokus memberikan stimulus pada sektor properti yang dikenal sangat padat karya. Tak hanya melibatkan banyak orang juga melibatkan ratusan produk material yang akan menggerakan perekonomian.

Nurul mencontohkan, seperti profesi agen properti atau sales. Hingga kini jumlahnya terus bertambah dan dirinya meyakini pasca Pandemi Covid-19 atau 1-2 bulan ke depan profesi ini akan diburu mereka yang terkena PHK.

Untuk itu, saatnya agen properti fokus apa yang akan dilakukan setelah kejadian ini. “Para pemain lama (agen properti) harus bersiap menerima gerbong baru. Mereka yang kena PHK menurut saya akan memilih profesi ini karena mudah dan tak terikat,” jelasnya.

Nurul mencontohkan, pada tahun 1998 pasca krisis moneter, profesi agen properti diburu karena sistim kerja dan komisinya menggiurkan. Modalnya, punya kemampuan, mau belajar dan kerja keras adalah kunci profesi ini.

“Ini kan menarik dan ini tak diperhitungkan sebelumnya. Dan sudah saatnya pemerintah maksimal mengurus profesi agen properti ini agar lebih profesional, seperti sertifikasi dan lainnya karena selama ini agen properti dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Padahal ini bagian dari lokomotif properti yang mampu menggerakan perekonomian,” tegasnya.

Selain itu, Nurul berharap para pemain lama dalam bisnis agen properti harus bersiap karena persaingan akan ketat. Apalagi dukungan teknologi digital kian hari kian mudah dan sudah saatnya bersaing secara profesional.

“Ini bisa jadi babak baru bisnis agen properti dan tentunya harus didukung oleh pemerintah dengan regulasi yang kondusif,” tegasnya.

Share this news.

Leave a Reply