PROPERTY INSIDE – Pahami kondisi konsumen menghadapi Covid-19, PT Dwigunatama Rintisprima, pengembang kawasan kota mandiri Harvest City yang berlokasi di Cibubur, Transyogi, Jawa Barat meluncurkan program marketing yang dinamai Kebebasan.
Program ini memberikan kekebasan konsumen untuk bebas atur bayar DP, bebas BPHTB, bebas biaya KPR, bebas atur jadwal akad, dan bebas pilih hadiahnya.
Langkah ini dilakukan karena ingin memberikan kemudahan sekaligus keringanan biaya bagi konsumen yang butuh memiliki rumah, tapi kemampuan finansialnya menurun disebabkan oleh dampak Covid-19.
Baca juga: Sinar Mas Land Lansir Rumah Fully Furnish Seharga Rp1,2 Miliar
Deputy Chief Executive Officer (CEO) Harvest City, Piter Simpony, mengatakan minat masyarakat itu masih tinggi untuk membeli rumah walaupun sedang menghadapi risiko wabah Covid-19.
“Masyarakat masih ingin membeli rumah tapi memang kemampuan finansial mereka terganggu. Maka kami coba memahami keadaan itu dengan menyiapkan program penjualan yang bisa membantu calon konsumen agar tetap bisa mewujudkan keinginan mereka untuk membeli rumah,” tegasnya melalui keterangan pers.
Baca juga: Pasar Properti, Arebi: Sinergi Untuk Demand Jadi Transaksi
Menurutnya, kebijakan untuk membebaskan biaya BPHTB, bebas biaya KPR, diskon uang muka hingga bebas biaya akad jual beli bisa mengurangi beban biaya dalam nilai jutaan rupiah, dimana hal itu diharapkan mampu untuk menaikan kembali daya beli masyarakat.
Harvest City memiliki variasi produk yang tepat untuk menjadi pilihan, dimulai dari luas bangunan 30 m2 1 lantai sampai dengan 69 m2 untuk dua lantai.
“Klaster di Harvest City ini sangat bervariasi, calon pembeli bisa memilih sesuai kebutuhan dengan keadaan finansial masing-masing,” ungkap Piter.
Menurutnya lagi, kami coba naikkan daya beli konsumen dengan program Kebebasan yang kami luncurkan Juni ini.
Baca juga: Sudah Punya Rumah Dan Kena Potong Tapera, Anda Disebut Penabung Mulia
Piter menilai, hunian yang ditawarkan pihaknya sangat terjangkau oleh konsumen karena produk yang dikembangkan dirancang dengan strategi besaran cicilan KPR mulai dari Rp2 jutaan per bulan.
“Besaran cicilan Rp2 jutaan itu jelas sangat luas potensi pasarnya karena bisa menjangkau masyarakat dengan penghasilan mulai Rp5 jutaan. Saat ini banyak pasangan muda yang memiliki double income karena suami istri bekerja. Jelas kalau Cuma penghasilan Rp5 juta banyak sekali,” ungkapnya.
Dia mengharapkan calon konsumen sudah bisa kembali melihat proyek yang dikembangkannya dengan tetap memperhatikan protap kesehatan Covid-19.









