Pasar Properti, Arebi: Sinergi untuk Demand Jadi Transaksi

By 9 June 2020Property News

PROPERTY INSIDE – Masalah Pendemi Covid-19 di Tanah Air tak hanya sebatas kesehatan, tapi pada perekonomian. Beragam sektor industri melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan juga memangkas gaji karyawannya.

Dan salah satu industri yang kena imbas pendemi adalah properti. Alhasil, proyek baru yang diluncurkan dari akhir tahun lalu dan juga awal tahun ini terganggu penjualannya.

Baca juga: 6 JUTA PEKERJA KENA PHK DAN DEVELOPER MULAI ALIH PROFESI | #NGOPI

Lukas Bong, Ketua Uumum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) dalam forum webinar menyatakan, semua jenis properti terkoreksi. “Dari yang primary dan secondary turun jumlah transaksinya, bahkan ada yang sampai 90%,” imbuhnya.

Lukas menambahkan, saat ini broker pun melakukan berbagai terobosan dalam memasarkan produknya. Mulai dari memanfaatkan sosial media hingga teknologi digital.

“Bahkan kita juga melakukan survei dan pemetaan wilayah juga pergerakan harga properti agar lebih menguatkan pengetahuan dan informasi bagi broker pada konsumennya,” tegasnya.

Baca juga: Lagi, Proyek Besutan Iwan Sunito Raih Penghargaan Tertinggi di Australia

Cara ini dilakukan pada saat pembatasan sosial lalu dan Lukas sebagai ketua umum Arebi menyarankan pada anggotanya agar terus berbenah agar kemampuan lebih terasah.

“Sehingga dengan adanya data, nantinya akan mempengaruhi keingin konsumen untuk melakukan pembelian atau investasi properti,” timpalnya.

Saat ini Arebi memiliki jaringan kantor sebanyak 1200 yang tersebara di berbagai kota di Ini. donesia. Menurut Lukas, peran broker atau agen properti cukup besar karena menggerakan sektor properti.

Baca juga: Imbas Corona Open House Properti Stop, Berganti Virtual Reality

Apalagi saat ini, broker properti tak hanya memasarkan properti seken tapi juga primary milik developer. Ini merupakan bentuk kepercayaan developer kepada broker properti yang tergabung dalam Arebi.

“Kita, agen properti atau Arebi itu tugasnya mengakselerasi demand menjadi transaksi. Dengan sinergi maka  market proyek developer menjadi lebih luas,” jelas Lukas.

Lukas pun berharap, dalam kondisi saat ini anggota Arebi memiliki peran besar dalam menggerakan sektor properti yang sedang lesu karena efek pendemi.

Share this news.

Leave a Reply