Pariwisata Bali Jadi Andalan, Perhatikan Protokol Kesehatan

By 17 June 2020News

PROPERTY INSIDE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio berkoordinasi dengan pemerintah daerah memastikan kesiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Kordinasi ini terkait mengimplementasi protokol kesehatan kenormalan baru yang fokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Menparekraf Wishnutama saat meninjau kawasan ITDC Nusa Dua Bali, Selasa (16/6) menjelaskan, ada beberapa point penting saat implementasi protokol kesehatan yang harus diawasi ketat oleh seluruh stakeholder pariwisata, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Baca juga: Jabodetabek – Punjur, Digagas Menjadi Kawasan Terbesar Kedua Setelah Tokyo

“Semua tetap harus memperhatikan laju penyebaran Covid-19 di daerah, kesiapan daerah, dan kedisiplinan dalam pelaksanaannya. Termasuk di Bali, kapan sektor pariwisata ini dapat menyambut wisatawan kembali,” kata Menparekraf Wishnutama.

Wishnutama juga mengatakan, hal tersebut menjadi sangat penting. Lantaran ia tidak ingin, bila tergesa-gesa justru akan memicu terjadinya peningkatan jumlah pasien Covid-19.

Baca juga: Tapera, Sandiaga Uno: Miss Kordinasi, Sebaiknya Pulihkan Ekonomi

Dalam kunjungannya ke Bali, Menparekraf melakukan site visit untuk melihat kesiapan di kawasan ITDC Nusa Dua, mulai dari pengecekan suhu tubuh wisatawan saat pintu masuk kawasan, kemudian menuju Bali Art Collection sebagai kawasan ekonomi kreatif, hingga melihat kesiapan penanganan wisatawan di RS BIMC.

Menparekraf Wishnutama mengatakan, pedoman protokol kesehatan harus dipatuhi dengan ketat agar masa normal baru ini membawa kebaikan bagi semua.

Baca juga: Lawan Covid-19, Pariwisata Bintan Siap Sambut New Normal

“Sektor pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung dengan kepercayaan wisatawan terhadap rasa aman dan nyaman,” jelasnya yang juga menegaskan bahwa keunikan destinasi di Bali masih menjadi daya tarik utama pariwisata tanah air.

“Dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan yang ketat maka kita semua akan bisa berwisata dengan aman, dan pelaku-pelaku pariwisata dan ekraf bisa kembali produktif,” katanya.

Share this news.

Leave a Reply