Lawan Covid-19, Pariwisata Bintan Siap Sambut New Normal

By 11 June 2020Hospitality, News

PROPERTY INSIDE – Sektor pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau dianggap sebagai salah satu destinasi yang siap menerapkan protokol kesehatan menyambut tatanan kenormalan baru.

Rizki Handayani Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events)  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam forum webinar menjelaskan, Bintan ini termasuk destinasi yang siap di buka.

“Jika Singapura sudah membuka wilayah perbatasannya. Namun untuk menghadapi hal itu, seluruh stakeholder pariwisata di Bintan harus benar-benar menyiapkan SOP dan pedoman kesehatan,” harapnya.

Baca juga: Saham-Saham Emiten Properti & Ritel Mulai Rebound

Rizki menambahkan, karena kita tahu di kawasan wisata Lagoi dan sekitarnya, SOP ini sudah diterapkan. Namun kita perlu mempersiapkan standar kesehatan untuk menyambut wisatawan agar saat mereka datang merasa aman saat berwisata di Bintan.

Menurutnya lagi, pandemi Covid-19 memberikan dampak perubahan dari sektor pariwisata. Pertama marketnya, lalu kedua adalah destinasi itu sendiri, dimanq perubahan destinasi tersebut terlihat dari sektor atraksi, akses, dan amenitas.

Dari segi market, lanjut Rizki, juga akan mengalami perubahan baik dari segi kuantitas maupun dari segmen atau kualitasnya. “Sebelum pandemi Covid-19, Menteri pariwisata sudah mencanangkan sektor pariwisata ke depan bertransformasi dan menekankan pada quality tourism,” tegasnya.

Baca juga: 6 JUTA PEKERJA KENA PHK DAN DEVELOPER MULAI ALIH PROFESI

Ke depan akan ada tiga skenario berwisata, yang pertama travel defense atau mereka yang berwisata tanpa memikirkan kondisi yang saat ini terjadi, yang penting mereka berwisata.

Ini sangat mengkhawatirkan karena pandemi ini belum selesai. Kemudian travel phobia adalah yang tidak mau kemana-mana. Kemudian travel wise, yakni traveler yang sangat memperhatikan banyak aspek dan terutama protokol kesehatan.

“Untuk itu perlu SOP sebagai pedoman dalam pengelolaan destinasi wisata. Ada untuk subjeknya, yaitu protokol bagi pekerja, wisatawan, pengelola, hingga pihak ketiga dalam hal ini tour operator atau travel agen,” ucapnya.

Baca juga: Iwan Sunito: Pandemi Memaksa Kita Berinovasi

Selanjutnya menurut Rizki, juga ada objeknya dimana tidak hanya kebersihan bagaimana objek yaitu memenuhi standar keselamatan. “Tidak susah menerapkannya,” timpalnya.

Kemenparekraf juga telah mendorong sektor parwisata di Bintan terutama yang berbasis masyarakat Community Base Tourism (CBT) untuk segera bergerak.

“Kesiapan masyarakat menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Ketika dibuka namun masyarakatnya belum siap itu menjadi perhatian. Termasuk masyarakat di sekitar daya tarik wisata,” katanya.

Share this news.

Leave a Reply