Trans Jawa Kian Terkoneksi, 8 Ruas Tol Dibangun di Akhir Tahun

By 10 September 2020Infrastructure, News

PROPERTY INSIDE – Dalam rangka menggairahkan investasi produktif melalui pembangunan infrastruktur konektivitas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021 menyiapkan 8 ruas tol baru.

Ruas tol baru ini menghubungkan kawasan-kawasan strategis dan pusat-pusat pertumbuhan di Pulau Jawa dan Bali. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kedelapan ruas tol tersebut dengan total panjang  374 km dan nilai investasi  sebesar Rp100 triliun.

Baca juga: Kang Emil Kritik Kenaikan Tol, Akhirnya Tarif Cipularang Dan Padaleunyi Ditunda

Ruas tol tersebut adalah Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (96,57 km), ruas Cileunyi-Sumedang-Dawuan (60,1 km), ruas Kertajari-Cipali (3,6 km), ruas North-South Link Bandung (14,2 km), Harbour Road Tanjung Priok-Pluit (8,9 km), ruas Jogja-Bawen (75,83 km), kemudian ruas Gilimanuk-Mengwi (95,22 km) dan ruas Kediri-Kertosono (20,3 km).

“Ruas Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo merupakan Proyek Strategi Nasional (PSN)  sepanjang 96,57 km, ” katanya pada acara penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo, di Gedung Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (9/9).

Baca juga: RELAKSASI KEPEMILIKAN ASING DI RUU CIPTA KERJA BUKAN SOLUSI DI KALA KRISIS | PANANGIAN SIMANUNGKALIT

Menteri Basuki menambahkan, dengan dibangunnya Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo diyakini akan memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pada segitiga emas sektor pariwisata adalah Joglosemar (Yogyakarta, Solo Semarang).

Menteri Basuki menegaskan, masyarakat telah menunggu-nunggu tol ini. Saya harap Joglosemar dapat menjadi segitiga emas yang bertumpu pada pengembangan potensi KSPN Borobudur dan Candi Prambanan.

Selain itu Menteri Basuki menambahkan bahwa pembangunan ruas tol ini dapat meningkatkan aksesibilitas antar wilayah, mengembangkan wilayah yang dilalui jalan tol, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pembangunan Modernland Cilejit Dikebut

“Saya minta dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol dan serangkaian penandatanganan perjanjian ini, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) segera memulai proses konstruksi dan sehingga jalan tol ini dapat beroperasi penuh di tahun 2023,” tambah Menteri Basuki.

Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo sepanjang 96,57 km memiliki tiga seksi. Seksi 1 (JC Kartasura – SS Prambanan) sepanjang 35,64 km, seksi 2 (SS Prambanan – SS Sleman) sepanjang 22,36 km, dan seksi 3 (SS Sleman – SS Kulonprogo) sepanjang 38,57. Adapun nilai investasi dari pembangunan tol tersebut sebesar Rp 26,6 triliun.

Baca juga: PELIKNYA PROBLEM RUMAH SUBSIDI | #NGOPI

Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan Ibu Kota  Provinsi DIY dengan  Kota Solo sehingga akses menuju destinasi pariwisata nasional seperti Candi Prambanan menjadi lebih mudah. Jalan

Tol ini merupakan bagian dari jaringan jalan Tol Trans Jawa bagian Selatan-Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Jawa dengan menambahkan kapasitas jaringan jalan. Dan juga menurunkan biaya transportasi dan logistik melalui satu jaringan tol yang terintegrasi.

Share this news.

Leave a Reply