PROPERTY INSIDE – Memasuki tahun 2021 pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda melandai, namun kabar baiknya program nasional vaksinasi Covid-19 sudah dimulai awal Januari 2021.
Rencananya ada sekitar 180 juta pendudukan Indonesia yang akan menerima vaksin ini. Upaya keras pemerintah ini memberikan kepercayaan kalangan dunia usaha terhadap membaiknya iklim perekonomian Indonesia di tahun ini.
Baca juga: Jakarta Smart City Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi Dan Detail Gajinya
Menurut Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, salah satu sektor yang akan bangkit lebih dulu dari efek pandemi adalah sektor properti. Sinyal tersebut sudah mulai terlihat sejak akhir tahun lalu.
Optimisme itu, kata Raditya, juga tampak dari keputusan pemerintah mencanangkan pertumbuhan mencapai 4,5 persen di tahun ini. Sebelumnya pada akhir tahun pertumbuhan hanya sebesar 0,2 persen, dimana kuartal ketiga minus 3,49 persen.
“Berbagai regulasi seperti Undang-Undang Cipta Kerja juga akan memberikan efek positif. Selain itu, langkah kongkrit pemulihan ekonomi terus dilakukan pemerintah, seperti dukungan perbankan hingga dibentuknya Lembaga Pengelola Investasi (LPI) pada akhir tahun lalu,” ungkap Raditya.
LPI berfungsi mengelola investasi dan bertujuan meningkatkan dan mengoptimalkan nilai investasi yang dikelola secara jangka panjang dalam rangka mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
Beberapa negara maju telah siap menginvestasikan dananya yang ditujukan untuk berbagai sector di Indonesia. Terkait menurunnya pasar properti pada kuartal kedua, Andreas berpandangan, hal tersebut tidak terlalu merisaukan karena pada kuartal ketiga sampai pada akhir tahun 2020 perekonomian Indonesia terus membaik.
Ini merupakan hal positif yang akan mengurangi kekhawatiran pasar. Andreas menambahkan, jika pandemi berhasil dikendalikan kondisi ekonomi negara pun akan kembali pulih.
Baca juga: Sabet 5 Penghargaan Sekaligus, AKR Land Buktikan Diri Sebagai Pengembang Papan Atas
“Meski saat ini permintaan pasar belum membaik, namun tren perekonomian akan tumbuh positif di tahun 2021 dapat memberikan harapan pasar properti, khusus hunian vertikal (apartemen) yang memang masih sangat dibutuhkan masyarakat perkotaan, baik untuk tempat tinggal maupun sarana investasi,” tegasnya.
Diakui pada tahun ini investor maupun end user akan lebih selektif dalam memutuskan transaksi propertinya. “Bagi saya ini menarik dan ini peluang, karena artinya pasar bukan tidak mempunyai uang, tapi mereka hanya menunda pembelian mencari produk yang tepat, menguntungkan untuk investasi dan bagi end user sesuai kebutuhannya,” jelasnya.









