PROPERTY INSIDE – Pandemi Covid-19 boleh saja menggerus sektor pariwisata Bali hingga ke titik nadir, namun sektor properti yang merupakan kebutuhan pokok, sekaligus instrumen investasi paling aman di masa pandemi ini tetap buru oleh investor.
Apalagi pulau dewata Bali dengan pesona yang sudah mendunia, bagi masyarakat kelas “Sultan”. Bagi mereka punya investasi properti di Bali tidak hanya menguntungkan, tapi juga gengsi dan dapat menjadi tempat liburan keluarga.
Inilah alasan rasional mengapa dalam kondisi pandemi Covid-19, beberapa developer di Bali tetap eksis, bahkan di akhir tahun lalu percayaan diri meliris produk baru.
Baca juga: Ekonomi 2021 Membaik, Pasar Apartemen Optimis
Menariknya, produk yang ditawarkan adalah produk segmen kelas atas. Dan nyatanya respon pasar sangat positif. Ada indikator bahwa segmen kelas atas ini lebih percaya membelanjakan atau memutarkan uangnya di sektor properti.
Meski begitu, menurut Andreas Raditya, General Manager Ciputra Group, dalam memilih produk properti pada masa pandemi ini, segmen atas tetap mengedepankan unsur kehati-hatian dengan benar-benar memilih produk yang tepat.
Baca juga: Sabet 5 Penghargaan Sekaligus, AKR Land Buktikan Diri Sebagai Pengembang Papan Atas
Selain sebagai investasi dengan nilai yang akan terkerek naik, produk yang disasar juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal mereka. Melihat peluang inilah, Ciputra Group melalui proyek Ciputra Beach Resort, Tabanan, Bali melansir cluster baru bertajuk Resvara.
Peluncuran cluster ini, menyusul keberhasilan dua cluster sebelumnya yakni Nivata dan Sadana yang hanya menyisakan 6 unit. “Peluncuran Cluster Resvara yang kini dalam masa pre-sale adalah untuk mengakomodasi permintaan segmen atas yang mengincar properti berkonsep resort dekat pantai, yang di masa pandemi ini ada peningkatan,” ujar Raditya.
Baca juga: Sukses Dengan Tanglin Parc, Sanctuary Collection Pasarkan Newton Spring
Proyek yang dikembangkan di Tabanan, Bali kini tak hanya sebagai hunian tapi juga sebagai vila dengan konsep resort yang berada di bibir pantai. Luas lahan pengembangannya mencapai 80 hektar dengan garis pantai mencapai 1,7 kilometer. Sehingga memiliki view yang menawan dan juga dikelilingi oleh pendangan khas Bali dengan sawah berpetak-petak.
Pre-sale
Cluster Resvara dikembangkan di atas lahan seluas 7,2 hektar yang berada di timur kawasan Ciputra Beach Resorts. Total unit cluster ini adalah 190 unit, namun dalam Tahap 1 dipasarkan 90 unit terdiri dari rumah dan kavling. Rumah ditawarkan dalam dua tipe, Askana (105/76) dan Svana (200/125).
Baca juga: Winner Group, Awali 2021 Dengan Sejumlah Proyek Di Sumatera Dan Kalimantan
Maharani Sanjaya, Marketing Supervisor Ciputra Beach Resort mengatakan, di masa pre-sale sudah sekitar 30 NUP (Nomor Urut Pemesanan) dan harganya masih estimasi. Untuk Askana berkisar Rp2,3 miliar dan Svana seharga Rp4,26 miliar ,dan kavling mulai Rp1,7 miliar.
“Pre-sale berlangsung hingga Maret atau April 2021. Tahap pertama kami berharap tahun ini dapat sold out, dengan transaksi senilai Rp250 miliar untuk cluster ini,” kata Maharani Sanjaya, Marketing Supervisor Ciputra Beach Resort,” imbuh Sanjaya.









