Tak Salah Pilih Luncurkan Produk Tebaru Pertama Kali di Indonesia, Crown Group Bukukan Pejualan Rp65 miliar

PROPERTY INSIDE – Crown Group sukses mencatatkan penjualan yang fenomenal di Indonesia di saat pandemi tengah melanda dunia. Proyek hunian vertikal ARTIS yang dikembangkan perusahaan developer yang berbasis di Sydney  ini berhasil membukukan nilai transaksi penjualan sebesar Rp. 65 milyar menjelang tutup tahun 2020.

Antusiasme para investor Indonesia ini cukup mengejutkan, mengingat hantaman pandemi COVID-19 selama 9 bulan terakhir di Indonesia, namun hal itu tidak menyurutkan minat beli investor. Hasil ini membuktikan bahwa pilihan Crown Group untuk meluncurkan proyek ini pertama kali di Indonesia sangat tepat.

“Antusiasme para calon investor sungguh di luar dugaan kami sebelumnya. Meskipun dengan protap COVID-19 yang sangat ketat dan unit yang kami tawarkan untuk konsumen di Indonesia sangatlah terbatas, mereka masih rela menunggu giliran untuk bisa berkomunikasi langsung dengan perwakilan penjualan Crown Group Indonesia,” kata Head of Sales & Marketing Crown Indonesia, Tyas Sudaryomo, Rabu (27/1) di Jakarta.

Baca juga: Indonesia Target Pertama Penjualan Apartemen Mewah Terbaru Crown Group

Yang lebih mengejutkan adalah sebagian transaksi penjualan yang terjadi, tercipta secara online atau melalui konferensi Zoom. “Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di kantor pusat kami di Sydney. “Hal ini jelas menggambarkan kombinasi akan kebutuhan investasi di masa pandemi dan kepercayaan konsumen atas produk kami” jelas Tyas

ARTIS sendiri menjadi proyek hunian vertikal pertama dari Crown Group yang diluncurkan pertama kali di Indonesia, mendahului Sydney, Melbourne dan Tiongkok. Didesain oleh Koichi Takada Architects.

Arsitek dunia ini terinspirasi oleh seni menggambar yang akhirnya memunculkan konsep desain Art in Motion.  Rancangan ini memiliki dua menara putih melengkung yang mencolok dikelilingi oleh “pita” putih yang berliku-liku.

Baca juga: Crown Group, Sukses Akuisisi Lahan Di AS Dengan Nilai Proyek Rp7,5 Triliun

Desain Konsep ARTIS juga menggambarkan semangat Crown Group akan inovasi yang berkelanjutan, sebagai salah satu pengembang swasta terbesar di Australia.  Terletak di area sudut seluas 2070 meter persegi di 175 Sturt Street, bangunan ini akan menampung 153 unit apartemen dan dengan satu, dua dan tiga kamar tidur yang mewah serta griya tawang.

Secara umum, CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengungkapkan terjadi peningkatan laba dan penjualan off-the-plan pada tahun buku 2020, meskipun adanya gangguan yang ditimbulkan oleh pandemi.

Laporan keuangan satu tahun terakhir (2019 – 2020) termasuk empat bulan pertama pandemi dan lockdown nasional, menunjukkan terjadi kenaikan jumlah akad jual beli dan serah terima unit hingga 25% yang apabila digabungkan bernilai Rp. 4,6 triliun.

Pendapatan perusahaan (tahun keuangan 2019 – 2020) didapatkan dari penyelesaian proyek Waterfall by Crown Group senilai Rp. 3,95 triliun  di Kawasan Waterloo, Sydney dengan proses serah terima yang terjadi pada saat puncak pandemi COVID-19 – dapat dicatat sebagai hasil yang sukses.

Baca juga: Proyek Terbaru Crown Group Di Melbourne Dikelilingi Infrastruktur Penting

Iwan menyatakan bahwa kedepannya Crown Group akan melanjutkan dengan proyek hunian vertikal pertama mereka di Brisbane. Keputusan Crown Group untuk melanjutkan proyek-proyek barunya juga didasarkan pada keyakinan bahwa perlambatan dalam aktivitas konstruksi hunian akibat melemahnya pasar saat ini akan menciptakan kekurangan pasokan di masa depan.

“Untuk proyek hunian di Brisbane, Crown Group telah menunjuk arsitek asal Jepang, Kengo Kuma dan perusahaan lokal Plus Architecture untuk mendesain pembangunan hunian senilai Rp. 5 triliun yang berlokasi di 117 Victoria Street di West End,” jelas Iwan.

Revisi desain diharapkan akan diajukan ke Dewan Kota Brisbane pada pertengahan 2021 dengan rencana penjualan off-the-plan dimulai tahun depan.

“Prediksi saya adalah dalam dua hingga tiga tahun kedepan kita akan melihat permintaan besar-besaran yang tidak dapat terpenuhi karena kekurangan pasokan di area-area yang membutuhkan seperti CBD. Dan ini berpotensi meningkatkan harga apartemen baru” tutup Iwan.

Share this news.

Leave a Reply