PROPERTY INSIDE – Untuk menggerakkan industri properti yang terkena dampak pandemi Covid-19, maka awal tahun ini pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan relaksasi di sektor properti.
Bahkan kebijakan tersebut ada yang merupakan hal baru dan belum pernah terjadi di masa normal, yaitu pembebasan 100% PPN untuk pembelian rumah maksimal harga jual Rp 2 miliar berlaku Maret 2021 hingga Agustus 2021.
Selain itu, saat ini suku KPR/KPA paling rendah dalam sejarahnya sekitar 4-5 persen, serta didukung pula dengan aturan Bank Indonesia yang memperbolehkan kredit pembiayaan properti menjadi maksimal 100% atau DP 0%.
Baca juga: Pasar Properti, Ketepatan Serah Terima Tingkatan Kepercayaan Konsumen
Kebijakan-kebijakan itu kontan saja membuat pengembang, konsumen, dan investor properti sumringah. Seakan tak mau kehilangan momentum, Ciputra Group kini sedang berancang-ancang menyelenggarakan pemilihan unit Apartemen Citra Landmark, Jakarta.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2021, di Marketing Point Citra Landmark. Acara ini dilaksanakan secara online dan bagi para customer yang kesulitan dalam menggunakan platform digital, maka bisa dilakukan secara offline (tatap muka) dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group mengatakan, sebagai pengembang yang eksis lebih dari 40 tahun, Ciputra Group tak henti-hentinya menghadirkan produk properti terbaik.
Baca juga: Stimulus Pemerintah Dorong Pembelian Apartemen Di Citra Landmark
Untuk menjawab kebutuhan hunian di Jakarta yang sangat besar, Ciputra Group meluncurkan apartemen Citra Landmark dengan harga mulai Rp 300 jutaan di Jakarta (saat ini mungkin tidak ada lagi), tepatnya di sebelah Tenggara Jakarta (Southeast Jakarta). Proyek ini memiliki akses langsung ke jalan tol dan berada sangat dekat dengan Light Rail Transit (LRT).
Menurut Raditya, pemilihan unit ini untuk menindaklanjuti antusiasme customer yang saat ini sudah hampir mencapai 600 NUP (Nomor Urut Pemesan), sementara tower pertama dipasarkan berjumlah 519 unit.
Sehingga diharapkan tower pertama ini akan sold out dalam beberapa bulan ke depan atau maksimal di tahun 2021. Dan kalau respon pasar bagus, bukan tidak mungkin akan menyusul pemasaran tower kedua di tahun ini juga.
Baca juga: BTN Siap Dukung Tapera Dalam Pemenuhan Hunian MBR
“Selain antusiame costomer, rendahnya suku bunga KPA juga mendorong customer melakukan transaksi sekarang. Ditambah lagi lokasinya di Jakarta dengan harga mulai Rp300 jutaan, sehingga kaum milenial yang bergaji Rp10 jutaan dapat menjangkaunya,” jelas Raditya, dalam acara Product Knowledge Citra Landmark, Sabtu (20/03), diselenggarakan secara virtual melalui zoom, diikuti beberapa lead agent property.
Kaum milenial, kata Raditya, sebenarnya sangat mampu mencicil apartemen harga Rp300 jutaan, sebab harga cicilannya seperti sama dengan Boba (minuman kekinian) yang sedang diganderungi anak muda.
Baca juga: Sentosa Park Gandeng BRI, Rate KPR/Tahun Hanya 6,7%
Pagi ngopi di Starbucks, siang dan sore minum Boba, sehari bisa mengeluarkan Rp90 ribu kalau dikali 25 hari kerja (sebulan) itu mencapai Rp2,25 juta. Karena itu mereka cukup mengurangi “budaya Boba”, agar lebih enteng bayar cicilan apartemen.
“Di tower pertama ini, Citra Landmark menawarkan 3 tipe dengan harga masih perdana, yaitu Studio mulai Rp300 jutaan, 2 Bedroom Rp600 jutaan, dan 3 Bedroom Rp700 jutaan,” ujar Raditya.








