PROPERTY INSIDE – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI Tahun 2021 dengan mengusung tema “Menyatukan Langkah dan Strategi Bisnis Realestat Pasca Pandemi” di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Senin (20/12).
Kegiatan ini diadakan terbatas secara hibrid serta diikuti perwakilan pengurus daerah dari seluruh Indonesia. Presiden Joko Widodo saat membuka Rakernas secara virtual berharap pengembang bisa menjaga momentum dalam pemulihan properti pada tahun depan.
Menurut Jokowi sektor properti sudah memperlihatkan kinerja yang baik dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 13,6% di 2020. Kebangkitan properti sangat penting karena berhubungan dengan rantai pasok yang cukup besar, yaitu 172 bisnis lain.
“Artinya, kebangkitan properti akan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di berbagai sektor, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Jokowi juga mendorong sektor properti untuk mengisi kesempatan yang terbuka akibat pandemi. Jokowi mengajak pengembang bersatu dan terus membangun hunian, tidak terkecuali demi mencapai target pembangunan sejuta rumah dan pembangunan ibu kota baru.
“Kami ingin mengingatkan kalau pemerintah bukan hanya membantu kelas menengah atau menengah atas saja, tapi juga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan stimulus-stimulus agar bisa memiliki hunian yang layak,” tegas Jokowi.
Menyinggung perizinan, Jokowi mengatakan kemudahan perizinan merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah terhadap investor. Kehadiran para investor sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Kalau investornya dari luar berarti membawa uang ke sini. Artinya peredaran uang akan makin besar, dan itu akan menimbulkan efek daya beli masyarakat juga akan naik, konsumsi masyarakat akan naik, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi juga akan naik,” tutur Presiden.









