“Seperti Inilah Hunian Ideal yang Diminati Generasi Millenial”

PROPERTY INSIDE – Dalam 10 tahun kedepan, segmen generasi millenial dipastikan akan menguasai market share pasar hunian Indonesia. Hingga tahun 2030, Indonesia akan memasuki tahun-tahun puncak bonus demografi, itu adalah alasan paling simpel untuk memastikan bahwa segmen ini paling berpeluang menguasai pasar hunian Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa rasio ketergantungan penduduk Indonesia hanya sebesar 48,4% pada tahun 2016 lalu. Angka ini turun jika dibandingkan sebelum tahun 2010 yang mencatat antara 51,3% – 53,8%.

Penurunan rasio ketergantungan ini adalah sinyal bahwa Indonesia sudah mulai memasuki tahun bonus demografi, dimana jumlah usia produktif mendominasi dan mampu menanggung perekonomian dari usia non produktif.

Baca juga: “Jangan Remehkan Millenial Belum Punya Rumah”

Dengan hitungan yang lebih mengerucut lagi, dari kelompok usia produktif itu BPS mencatat, generasi millenial dan generasi Z (usia 15-39 tahun) berjumlah sekitar 84,75 juta dari total 258 juta jiwa penduduk Indonesia.

Hitunglah perandaian generasi millenial (25-39 tahun) dengan generasi Z (24 tahun ke bawah) prosentasenya 50 berbanding 50. Artinya, lebih dari 40 juta jiwa adalah generasi millenial. Tentunya angka ini adalah angka yang sangat menjanjikan bagi para developer.

Pasar hunian millenial ini juga terbagi beberapa bagian lagi, yakni keluarga muda yang ingin memiliki rumah pertama, kebutuhan investasi, atau kebutuhan hunian sementara untuk kuliah, dsb. Meski pasar millenial ini sangat besar, namun developer tidak dapat sembarangan membangun kebutuhan papan mereka.

“Lokasi masih hal utama yang paling diperhatikan oleh pembeli segmen millenial ini. Jakarta, sudah tidak masuk hitungan generasi millenial pembeli rumah atau hunian pertama, karena memang harganya sudah sangat tinggi dan pendapatan mereka tidak dapat mengejar kenaikan harganya,” kata Ronald Cassidy Yusuf, Direktur Trans Property, Rabu (18/07) di Jakarta.

Baca juga: Generasi Millenial, Golden Market Sektor Properti

“Kebutuhan lifestyle mereka harus disiapkan dengan konsep yang berbeda, harus ada spot-spot yang instagramable.”

Ronald Cassidy Jusuf – Direktur Trans Property

Namun, bukan berarti pengembang bisa sembarangan memilih lokasi membangun hunian untuk target millenial ini. Lokasi yang dipilih, menurutnya haruslah kawasan sub-urb (kawasan satelit) yang memiliki kemudahan aksesibilitas, seperti adanya infrastruktur transportasi semacam jalan tol dan transportasi massal.

Tak hanya itu, sambung Ronald, pengembang juga harus memiliki kemampuan membuat proyek huniannya menjadi magnet dan memiliki berbagai fasilitas urban lifestyle. Kebutuhan lifestyle generasi millenial mau-tidak mau harus menjadi perhatian pengembang.

“Bagaimanapun, generasi millenial tidak ingin kebutuhan lifestyle-nya terkorbankan dengan tinggal di kawasan satelit. Maka pengembang harus siap dengan konsep. Konsep ini adalah salah satu dari tiga poin terpenting yang diperhatikan konsumen millenial selain lokasi dan siapa developer yang membangun.”

Baca juga: Problematika Perumahan Tak Pernah Berubah Sejak Dekade 50an

“Kebutuhan lifestyle mereka harus disiapkan dengan konsep yang berbeda, harus ada spot-spot yang instagramable. Selain itu juga harus bisa menjadi daya pikat dan menciptakan crowded (keramaian,-red). Seperti yang kami lakukan di superblok Trans Park Cibubur, disana ada taman bermain yang tak kalah keren dari Universal Studio di Amerika. Di Trans Park Juanda Bekasi kami siapkan Snow Town,” jelas Ronald.

Karena itu, menurut Ronald, segmen millenial pembeli hunian memiliki kecendrungan membeli hunian highrise yang berlokasi dalam proyek pengembangan mix-used development. Ukurannya pun tidak perlu terlalu besar karena aktifitas dan mobilitas harian millenial sangat tinggi. Mereka lebih banyak beraktifitas di luar dibanding di tempat tinggal.

“Untuk hunian higrise building, sekarang sudah tidak zamannya standing alone apartment, pengembangan apartemen harus superblok, mix-used development, yang mencakup didalamnya semua kebutuhan penghuni perkotaan.”

Share this news.

Leave a Reply