PROPERTY INSIDE – Untuk membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memberangkatkan 400 insinyur muda untuk menjadi tenaga pendamping masyarakat dalam membangun rumah yang memenuhi kaidah rumah tahan gempa.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan peran tenaga pendamping ini menjadi bagian penting tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018.
Isinya tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan wilayah terdampak di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca juga : Geber Proyek yang Sedang Berjalan, Metland Yakin Lampaui Target
Pengiriman 400 insinyur muda CPNS PUPR dilakukan bertahap. Kamis (30/8/2018) diberangkatkan 178 orang dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung dan Jumat (31/8/2018) diberangkatkan lagi sebanyak 222 orang dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Saat memberikan sambutan pelepasan menuju NTB Basuki mengatakan, Kita harus bisa membimbing mereka untuk membangun rumah yang lebih baik dan karena merupakan daerah rawan bencana gempa maka rumah yang dibangun mampu menahan guncangan gempa.
Baca juga : Perusahaan Kontruksi Ini Kembangkan Sayap Bisnisnya Ke Bisnis Properti
Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah akan dilakukan serentak secara gotong royong atau swakelola sehingga ditargetkan bisa selesai dalam waktu 6 bulan. Jumlah rumah rusak yang sudah teridentifikasi saat ini sebanyak 78.000 unit.
Dengan jumlah sebesar itu, kebutuhan tenaga pendamping masyarakat diperkirakan sekitar dua ribuan orang. Oleh karena itu selain dari Kementerian PUPR, tenaga pendamping juga berasal dari mahasiswa dan masyarakat.
Kedatangan insinyur muda PUPR akan menambah jumlah tenaga pendamping yang sudah ada yakni sebanyak 110 relawan mahasiswa UGM, Universitas Brawijaya dan Universitas Mataram, tim Balitbang PUPR dan fasilitator relawan dari unsur masyarakat. Jumlah ini masih akan bertambah dengan akan datangnya relawan mahasiswa dari PTS/PTN pada bulan September dan Oktober 2018.
Baca juga : Material Naik, Harga Rumah Pun Terkerek
“Ini bukan wisata gempa bumi. Jaga kredibilitas Kementerian PUPR. Dalam mendampingi masyarakat harus menjaga sopan santun, kompak dan dapat bekerja sama dengan baik. Kalian bekerja tidak sendirian, disana ada institusi lain seperti TNI, Polri, BNPB, juga para penggiat masyarakat lainnya,“ kata Basuki..
Para CPNS PUPR bersama TNI, BNPB, mahasiswa dan relawan akan menjadi satu tim. Satu tim terdiri dari 9 orang yang akan bertugas mendampingi 100 rumah. Mereka akan disebar di 4 wilayah yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.
Sebelum diterjunkan ke masyarakat, 400 insinyur muda tersebut akan mendapatkan pelatihan mengenai pembuatan dan perakitan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Rumah Instan Kayu (Rika) yang merupakan inovasi rumah tahan gempa Balitbang Kementerian PUPR.




