PROPERTY INSIDE – Terus terkereknya nilai tukar rupiah terhadap dollar dan saat ini sudah tembus Rp15 ribu tentunya sedikit banyak memberikan pengaruh pada industri properti di Tanah Air.
Assistant Vice President (AVP) Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk Alvin Andronicus mengatakan, kodisi ekonomi seperti ini tetap harus dilihat dengan positif, karena pemerintah melalui Bank Indonesia memberikan statement bahwa fundamental ekonomi kita kuat.
“Nah, mau tidak mau industri properti menyesuaikan dengan kondisi yang ada, apakah kerugian beban perusahaan ditambah atau developer menaikan harga jual produknya,” jelas Alvin saat dihubungi www.propertyinside.id.
Baca juga: Podomoro Golf View: 360° Nature with The Most Complete Facilities
Alvin berargumen, kondisi di Indonesia juga terjadi dibeberapa negara berkembang lainnya yang diakibatkan oleh ekonomi dunia yang juga bergolak dan tak bisa dibendung.
“Pada sektor properti kondisi ini membuat pasar atau masyarakat yang biasa investasi produk properti menunda pembelian. Menahan uangnya dan lebih berhati-hati,” imbuhnya.
Lalu bagaimana developer bertindak dan menggerakan proyeknya karena yang namanya bisnis dalam kondisi apapun harus tetap berjalan. Menurut Alvin berdiam sesaat untuk atur strategi ada baiknya tapi jangan berlama-lama.
Baca juga: Wali Kota Solo Apresiasi Kehadiran Proyek Solo Urbana Residence
Alvin menyarankan, tindakan yang harus dilakukan adalah berhati-hati dalam menarik pasar atau konsumen saat pasar sedang lemah dan harus berstrategi dengan jitu.
“Yang dilakukan sebaiknya memberikan rangsangan, memancing pasar seperti memberikan gimmick yang menarik hingga memanjangkan uang muka. Pelaku industri properti harus putar otak jangan berdiam saja,” tegasnya.
Selain itu Alvin menambahkan, banyak cara untuk menggairahkan pasar seperti menarik masyarakat untuk lebih ingin tahu pada proyek yang sedang dipasarkan dengan melakukan branding produk dan juga edukasi. Dan yang tak kalah penting terus tunjukan progres pembangunan agar pasar lebih yakin.
Baca juga: Pasar Properti Bergerak Menuju Jarum Jam 12
“Setiap proyek properti memiliki karakter dan konsep berbeda. Contohnya dari sisi lokasi, itu saja sudah beda dan ini bisa di jual ke masyarakat. Kemudian terkait pembayaran tentunya yang memudahkan yang akan diminati konsumen,” papar Alvin.
Karena menurut Alvin, properti adalah produk investasi yang menguntungkan dan kenaikannya pasti, antara 10 hingga 20 persen dalam setahun.
Dalam kondisi saat ini, Alvin menegaskan, pelaku industri properti (developer) harus bisa melihat peluang, membuat peluang dan menarik peluang.



