Kemendikbud & BlueScope Kerjasama Hasilkan Tenaga Terampil Konstruksi dari SMK

PROPERTY INSIDE – PT NS BlueScope Indonesia (BlueScope),  perusahaan pelapis baja di Indonesia berkomitmen menggalakkan kegiatan optimalisasi potensi SDM di Indonesia dalam bidang konstruksi.

Salah satunya dengan membina dan memberdayakan para siswa dan pendidik di bidang konstruksi dalam hal pemasangan baja ringan, khususnya di sekolah-sekolah menengah kejuruan.

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Kamis (22/11) lalu.

Melalui keterangan tertulis yang diterima PropertyInside.id, disebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan ini untuk meningkatkan banyak tenaga ahli dalam konstruksi baja ringan di Indonesia.

Baca juga: Bangun Pabrik Baru di Cikarang, Tatalogam Investasi USD 100 juta

Presiden Direktur PT NS BlueScope Indonesia, Yan Xu mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi tenaga ahli di Indonesia dapat mendukung proses pembangunan, dimana saat ini pembangunan infrastruktur secara masif tengah diupayakan merata ke seluruh penjuru negeri.

“Kami menyadari untuk membangun industri baja Indonesia yang berkesinambungan dengan standar yang tinggi, kami tidak dapat melakukannya sendiri.”

“Oleh karena itu kerja sama ini merupakan langkah lanjut untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang dimulai dari usia sekolah agar Indonesia dapat melahirkan tenaga kerja yang terlatih,” ungkap Yan Xu.

Baca juga: Tiga Ribu Produk Taso dan Kaso Palsu Dimusnahkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulisnya menyambut baik inisiatif kerjasama yang diajukan oleh NS BlueScope Indonesia.

“Kami berharap nota kesepahaman ini menjadi awal kerja sama jangka panjang antara dunia pendidikan dan industri baja ringan di Indonesia,” ungkap Muhadjir.

Di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, perjanjian kerja sama ini akan ditangani dua Direktur Jenderal yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK).

Baca juga: Sinergi BUMN: Holding Infrastruktur, Perumahan dan Kawasan Segera Terbentuk

Dirjen Dikdasmen akan berkontribusi dalam hal memetakan data sebaran SMK Bidang Konstruksi, memfasilitasi pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, memfasilitasi persiapan PKL bagi peserta didik, dan memfasilitasi pelatihan dan magang bagi guru bersama Dirjen GTK.

Sementara Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) akan mendukung kerja sama ini dalam aspek pemetaan data sebaran guru bidang Konstruksi, memfasilitasi pengembangan dan penyusunan materi pelatihan bersama BlueScope, serta memfasilitasi pelatihan dan magang bagi guru.

Share this news.

Leave a Reply