PROPERTY INSIDE – New Yogyakarta International Airport atau Bandara Kulon Progo diharapkan dapat beroperasi sepenuhnya untuk penerbangan internasional maupun domestik pada akhir 2019.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution target ini lebih cepat dari rencana semula yaitu pada Juli 2020, agar bandara ini dapat beroperasi dan mengurangi beban bandara lama.
“Mereka fight menyelesaikannya akhir Desember 2019. Itu berarti lebih cepat. Ini perkembangan yang bagus,” kata Darmin seperti dilansir Kantor Berita Antara, Sabtu (19/1).
Baca juga: Tahun Depan Pembiayaan Infrastruktur PUPR dari SBSN Naik 15%
Meski demikian, ia menyakini operasional bandara yang menjadi salah satu proyek infrastruktur pemerintah yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) seluas 587,2605 hektare
Darmin berharap keberadaan bandara internasional ini bisa mengurangi beban Bandara Adisutjipto yang mulai melebihi kapasitas serta meningkatkan kegiatan pariwisata di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
“Jadi turisme di Yogya akan berkembang jauh lebih cepat karena pesawat berbadan lebar akan datang ke sini,” kata Darmin.
Baca juga: Menteri Basuki: Membangun Infrastruktur, Mengelola Harapan
Untuk menyelesaikan masalah efek pergeseran pekerjaan masyarakat sekitar, pemerintah berupaya untuk melakukan kesesuaian antara kebutuhan industri dan kualitas SDM dengan mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) di kawasan sekitar.
Menurut perkiraan, pembangunan Bandara Kulon Progo ini mampu mengurangi pengangguran hingga 40 persen atau sekitar 3.000 orang dari 8.000 orang yang menganggur dan berimplikasi pada penurunan kemiskinan sebesar 10 persen.








