PROPERTY INSIDE – Kementerian PUPR terus berupaya meningkatkan jumlah SDM konstruksi dengan cara menggandeng seluruh stakeholders konstruksi termasuk Kementerian/Lembaga untuk bersama mewujudkan tenaga kerja konstruksi Indonesia berkompetensi yang dijamin melalui sertifikat.
Hal ini merupakan tindak lanjut amanat Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan Kementerian PUPR untuk meningkatkan kompetensi SDM konstruksi hingga 10 kali lipat dari sebelumnya.
Setelah sebelumnya menjalin kerja sama diantaranya dengan Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pendidikan Nasional, perguruan tinggi, dan sekolah menengah, kali ini Kementerian PUPR menggandeng TNI Angkatan Darat (AD) untuk turut menjamin kompetensi para prajurit TNI AD dalam membangun infrastruktur terutama di daerah perbatasan atau rawan konflik yang perlu penanganan khusus.
Baca juga: Pemerintah Latih Warga Binaan Lapas Menjadi Tenaga Terampil Konstruksi
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyadari bahwa pembangunan Infrastruktur memerlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk militer. Dan hal ini sudah terbukti di mana tidak sedikit proyek infrastruktur terutama di daerah rawan yang mendapat penjagaan militer, bahkan mereka pun terjun langsung dalam pelaksanaan konstruksi.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Zeni TNI AD yang turut menjalankan peraturan Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang menyebutkan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja pada pembangunan konstruksi harus memiliki kompetensi dan kualitas yang terjamin melalui sertifikat,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Kamis (16/05).
Menteri Basuki menambahkan selama ini keterlibatan TNI di bidang infrastruktur tidak hanya jalan dan jembatan saja seperti Jalan Trans Wamena-Mumugu dan Jalan Pararel Perbatasan Kalimantan dan Papua, akan tetapi juga terlibat dalam pembangunan infrastruktur pascabencana seperti di Pidie Aceh, Garut Jawa Barat, Lombok NTB, Palu Sulawesi tengah, serta erupsi Gunung Sinabung.
“Untuk itu ke depannya kalau diijinkan, para prajurit yang sudah disertifikasi ini bisa dilibatkan dalam proyek pembangunan Bendungan agar memperoleh pengalaman,” tambahnya.
Pada Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi yang dilaksanakan oleh Dirjen Bina Konstruksi Kemen PUPR ini, TNI AD mengirim 1.173 prajurit zeni pada acara pembukaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi yang berlangsung di Markas Direktorat Zeni Angkatan Darat (Maditziad) tersebut.
Baca juga: Teknik Dan Teknologi Konstruksi, Dua Hal Penting Dalam Pengembangan Kawasan TOD
Acara ini ditandai dengan penandatanganan MOU kerja sama Peningkatan Kompetensi Prajurit Zeni TNI AD oleh Dirziad Brigjen TNI Muhammad Munib, S.I.P. dan Dirjen Bina Konstruksi Kemen PUPR, Dr. Ir. Syarif Burhanuddin, M.Eng.
Zeni Angkatan Darat merupakan salah satu fungsi TNI AD yang diantaranya memiliki tugas di bidang konstruksi bangunan dan fasilitas/ infrastruktur. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya seperti dilansir tniad.mil.id mengatakan, tugas di bidang konstruksi tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dalam penugasan di luar negeri.
“Namun, dengan adanya regulasi terkait jaminan jasa konstruksi dan materi keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi (K3), karena sering terlibat dalam kegiatan pembangunan konstruksi bersama pemerintah, maka TNI AD pun ikut mengikuti program sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi,” kata Candra.




