PROPERTY INSIDE – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal penyediaan Perumahan telah menyiapkan sejumlah strategi dan inovasi khusus untuk pelaksanaan Program Satu Juta Rumah ke depan.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kantor Kementerian PUPR mengatakan, ke depan kita sudah menyiapkan strategi khusus berupa penguatan dan inovasi agar pelaksanaan Program Satu Juta Rumah bisa berjalan dengan baik di lapangan.
Beberapa strategi dan inovasi yang akan dilaksanakan, tegas Khalawi, seperti masalah perizinan perumahan, pemangkasan regulasi yang tumpang tindih. “Kemudian menggandeng partisipasi aktif komunitas masyarakat dan melaksanakan Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera),” imbuhnya melalui keterangan pers.
Baca juga: Cileungsi, Sunrise Property Yang Kian Seksi
Menurutnya lagi, Kami akan mendorong pemerintah daerah membuat regulasi terkait kemudahan perizinan perumahan baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu regulasi yang dirasa tumpang tindih akan kita pangkas.
Selain itu, Kementerian PUPR juga mendorong skema pembiayaan perumahan melalui Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk mengatasi salah satu masalah perumahan di kalangan masyarakat terkait pembiayaan perumahan.
Program Tapera ini akan dioptimalkan agar masyarakat bisa menabung untuk memiliki rumah yang mereka inginkan. Selain itu kita juga akan kembangkan pola pembiayaan lainnya seperti micro finance di sektor perumahan.
Baca juga: Rumah Subsidi, Apersi Berharap Solusi
Guna mendorong agar masyarakat yang tergabung dalam komunitas agar memiliki rumah yang layak huni, Kementerian PUPR juga menyiapkan inovasi dalam penyediaan perumahan untuk masyarakat seperti Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas (P2BK). Program ini dapat diartikan sebagai gerakan bersama untuk pembangunan rumah untuk masyarakat dengan tidak hanya mengandalkan dana APBN saja.
“Mungkin ke depan dana APBN hanya sebagai stimulan masyarakat untuk membangun rumah atau masyarakat kita gerakan untuk menyadari pentingnya program penyediaan perumahan melalui dukungan komunitas – komunitas untuk bangkit dalam pembangunan rumah,” tandasnya.
Khalawi juga mencontohkan adanya komunitas program perumahan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah. Komunitas ini terdiri dari masyarakat yang memiliki kemampuan dalam hal ekonomi dan mereka bersama-sama mendukung masyarakat yang kurang mampu untuk membangun rumah yang layak huni.
Baca juga: Ciputra Beach Resort, Investasi Dengan Keuntungan Tinggi
“Komunitas ini bisa membangunkan rumah masyarakat kurang mampu sampai senilai Rp 40 juta per unit rumah. Saat ini kami sedang bicarakan tentang program P2BK ini dengan Bupati Pekalongan dan rencananya pekan depan akan kami cek ke lapangan,” katanya.
Pelaksanaan program pembangunan dengan Program P2BK, kata Khalawi, juga akan di jadikan pola pembangunan perumahan ke depan. Kehadiran negara di sektor perumahan juga sangat penting agar pembangunan rumah masyarakat tidak berlangsung secara sporadis atau tidak serampangan dan harus sesuai dengan tata ruangnya.



