Kementerian PUPR Dorong Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

By 7 November 2019Info PUPR, News

PROPERTY INSIDE – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi namun juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengembangkan konsep infrastruktur hijau yang mencakup sistem alamiah (natural system) dan solusi teknis (engineered solution).

Dimulai sejak sejak tahap perancangan, pembangunan, pengoperasian, hingga tahap pemeliharaan memperhatikan seluruh aspek yang terkait dalam upaya perlindungan dan penghematan penggunaan sumber daya alam.

Baca juga: JORR 2, Kunciran-Serpong Ditargetkan Beroperasi Bulan Ini

Staf Ahli Menteri PUPR bidang Sosial dan Peran Masyarakat Sudirman mengatakan, sejalan dengan agenda internasional SDGs, Rancangan Teknokratik RPJMN 2020 – 2024 mengarahkan pembangunan infrastruktur pada 3 kerangka utama, yaitu infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, dan infrastruktur perkotaan.

Sudirman mengungkapkan bahwa infrastruktur pelayanan dasar terwujud dalam beberapa hal yakni akses perumahan dan permukiman yang layak, aman, dan terjangkau, pengelolaan air tanah, dan air baku aman berkelanjutan, akses air minum dan sanitasi, keamanan dan keselamatan transportasi, serta ketahanan kebencanaan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur pelayanan dasar bertujuan untuk pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Indonesia agar ketimpangan antar wilayah dapat diminimalisasi.

Baca juga: Pengelolaan Rusun, Dualisme Kepengurusan Berujung Bentrokan

“Pembangunan infrastruktur juga bertujuan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Sudirman.

Hingga akhir tahun 2019, Kementerian PUPR telah meningkatkan cakupan pelayanan akses air minum layak menuju 74,72%, serta penanganan sanitasi dan persampahan menuju 69,84%.

Sementara di sektor perumahan, yaitu dilakukan pembangunan 1.024.585 unit hunian berupa Rusun, Rusus, Rumah Swadaya, dan fasilitasi penyaluran bantuan hunian layak, serta menyalurkan bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni sebesar 701.424 unit.

Baca juga: Catat, Ini Puluhan Proyek Rekanan Promo Bunga 2,4% Dari KPR CIMB Niaga

Pembangunan infrastruktur ekonomi dilaksanakan dengan meningkatkan konektivitas antara satu aktivitas ekonomi dengan lainnya dan menunjang kegiatan perekonomian wilayah.

Implementasinya adalah melalui pembangunan 1.500 kilometer jalan tol dan pemeliharaan 47.017 kilometer jalan nasional dalam kondisi mantap. Sementara di sektor sumber daya air, saat ini telah dibangun pembangunan 49 bendungan baru dimana 15 bendungan diantarnya sudah rampung.

Selain itu Pembangunan infrastruktur perkotaan untuk menunjang kenyamanan dan produktivitas perkotaan diantaranya peningkatan akses air minum dan sanitasi layak serta penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan. Hingga tahun 2019, 24.295 hektar kawasan kumuh perkotaan telah ditangani.

Share this news.

Leave a Reply