Perkantoran Tutup Sementara, Begini Skenario Bagi Pekerja Pemeliharaan Gedung

By 23 March 2020News

PROPERTY INSIDE – Mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19) Gubernur DKI Anies Baswedan mengimbau seluruh perkantoran di Jakarta ditutup sementara waktu dan perusahaan-perusahaan menerapkan sistem kerja dari rumah.

Ketua Umum Asosiasi Profesi Pemeliharaan Gedung atau Building Engineering Association (BEA) Mardi Utomo mengatakan aktivitas pemeliharaan gedung akan berkurang. Biasanya gedung-gedung perkantoran dikelola oleh perusahaan yang khusus bergerak di bidang tersebut.

“Memang apapun keputusan dan kebijakan yang diambil pemerintah itu akan berdampak kepada kita selaku pelaku usaha di pemeliharaan bangunan dan gedung,” kata Ketua Umum Asosiasi Profesi Pemeliharaan Gedung atau Building Engineering Association (BEA) Mardi Utomo seperti dilansir dari detikcom, Minggu (22/03).

Baca juga: Covid 19, REI: Sektor Properti Terpukul

Menurutnya beberapa perusahaan pemelihara gedung sudah tidak lagi mempekerjakan tenaga outsourcing yang biasa digaji harian.

“Ada karyawan yang sifatnya outsourcing atau yang dibayar secara harian seperti itu. Nah ini juga di beberapa member kami itu sudah memulai menerapkan, terutama yang pekerja harian, itu sudah mulai diberhentikan sejak beberapa hari yang lalu. Itu sudah mulai ada,” jelasnya.

Menurut dia, dampak dari kebijakan WFH bagi karyawan kantor sudah dirasakan oleh perusahaan pemelihara gedung dan bangunan.

“Makanya ini dampaknya sudah mulai terasa ya seperti yang tadi saya sampaikan. Pengurangan di sektor terutama yang pekerja harian sudah dilakukan. Sudah banyak yang dilakukan tapi belum semuanya,” tambahnya.

Baca juga: Imbas Corona, Open House Properti Stop, Berganti Virtual Reality

Sementara untuk karyawan tetap, menurut Mardi, skenario yanga akan diterapkan manajemen kemungkinan meminta mereka cuti tanpa digaji. Namun dirinya berharap wabah corona segera berakhir agar kegiatan dunia usaha bisa kembali normal.

“Tapi kalau ini berlangsung lama pasti akan ada skenario, cuti yang tidak dibayar. Ya pasti nanti akan bisa diberlakukan. Cuma mudah-mudahan isu (wabah corona) ini tidak berkembang terlalu luas,” jelasnya.

Hal semacam itu memang tidak bisa dihindari jika wabah corona terus memburuk. Kecuali perusahaan masih bisa bertahan di tengah situasi tersebut.

Baca juga: Pembangunan Observasi Infeksi Penyakit Menular Di Pulau Galang Rampung 28 Maret

“Ya perkerja ini kan tergantung dari bisnisnya ya. Kalau bisnisnya survive tentunya pekerja juga akan mendapatkan suatu benefit yang mencukupi. Kalau seandainya bisnisnya ini kira-kira terpengaruh pasti juga ada impact kepada pekerja,” terangnya.

Meski demikian pihaknya berupaya untuk mempertahankan bisnis tanpa mengorbankan pegawai. Mardi menjelaskan bahwa manajemen akan mengambil kebijakan-kebijakan yang terbaik yang bisa menyelamatkan bisnis ke depan tapi juga meminimalisir pengurangan berlebih daripada karyawan.

“Itu pasti dilakukan. Karena ini kan ada hubungan yang erat antara dunia bisnis dengan pekerja kan,” tambahnya.

Share this news.

Leave a Reply