PSBB Berlaku di Jakarta, Pengerjaan Konstruksi Properti Berhenti

PROPERTY INSIDE – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang akan berlaku mulai Jumat (10/04) berimbas pada industri properti, salah satunya terhentinya pembangunan konstruksi proyek properti di Ibu Kota untuk sementara waktu.

Meski Peraturan Menteri Kesehatan No. 9/2020 tersebut memang tidak secara gamblang menyinggung soal pembatasan pengerjaan kontruksi proyek, namun sektor usaha properti tidak masuk ke dalam sektor yang diizinkan untuk beroperasi secara terbatas seperti delapan sektor lainnya.

Demikian disampaikna Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida seperti dilaporkan Bisnis pada Kamis (09/04). “Di PSSB [DKI Jakarta], sektor properti tidak ada pengecualian. Jadi, sementara terpaksa berhenti dulu,” ujar Totok.

Baca juga: PSBB Berlaku, Begini Perubahan Pola Operasional TransJakarta

Dia menyimpulkan bahwa sektor usaha properti tidak masuk ke dalam sektor yang diizinkan untuk beroperasi secara terbatas seperti delapan sektor lainnya seperti kesehatan, pangan, logistik, ritel, keuangan dan perbankan, komunikasi, industri strategis di ibu kota, dan energi.

Untuk itu, Totok memandang pengerjaan proyek pembangunan properti yang termasuk dalam sektor usaha di ruang lingkupnya otomatis harus mengikuti aturan tersebut.

Hanya saja, terlepas dari itu dia ingin memastikan lebih jauh apakah penghentian kontruksi proyek properti akan dijelaskan di Peraturan Gubernur sebagai aturan turunan landasan hukum PSBB tersebut.

“[Iya harus dipastikan melalui Pergub], tetapi kalau misalnya [pengerjaan kontruksi] berhenti sampai akhir bulan ini untuk kebaikan bersama kita harus nurut,” tuturnya.

Baca juga: Imbas Corona, REI DKI Minta Penundaan Hutang Pokok & Keringanan Bunga Bank Hingga Desember 2020

Di sisi lain, Totok juga mengatakan konsumen akan memaklumi adanya keterlambatan penyelesaian proyek properti di tengah kondisi saat ini. Lagi pula, sebagian besar proyek di Ibu kota merupakan gedung jangkung seperti apartemen untuk kelas menengah ke atas.

Untuk itu, dia memastikan bahwa  pembangunan rumah sederhana di daerah lain akan terus berjalan mengingat kemungkinan besar PSBB tidak diterapkan di seluruh Indonesia.

“Kita juga sudah mengimbau ke anggota kalau pemerintah sampaikan untuk berhenti dulu pengerjaan proyek, ya, kita berhenti. Memang rugi untuk memulai lagi karena tidak gampang,” ujar pengembang asal Jawa Timur itu.

Share this news.

Leave a Reply