PROPERTY INSIDE – PT Jasa Marga Tbk melaporkan hasil pemeriksaan bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan terhadap 2.863 kendaraan selama sembilan hari penerapan PSBB, tercatat 1.549 kendaraan atau 54% menyalahi ketentuan.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, data tersebut merupakan hasil pengumpulan dari dari tiga checkpoint yang terletak di akses Gerbang Tol (GT), yakni GT Tomang Tol Dalam Kota, GT Kapuk Tol Sedyatmo dan GT Cikunir 2 Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Baca juga: Pendapatan Tol Menurun, Jasa Marga Lakukan Efisiensi Anggaran
“Presentase jumlah pelanggaran ketentuan PSBB secara harian masih fluktuatif. Pada hari pertama PSBB, pemeriksaan dilakukan pada 142 kendaraan dengan 81 unit atau 57% di antaranya melanggar ketentuan PSBB,” jelas heru dalam siaran persnya, Senin (20/04) di Jakarta.
Pada hari berikutnya, jumlah pemeriksaan ditingkatkan menjadi 296 kendaraan, dengan temuan 196 kendaraan atau 66% melanggar ketentuan. Sementara, pada hari kesembilan atau Sabtu (18/4), dari 214 kendaraan yang diperiksa, terdapat 146 kendaraan atau 68%, melanggar ketentuan.
“Jenis kendaraan yang terbanyak melanggar adalah kendaraan kecil (44%) dan truk (40%). Sementara, jenis pelanggaran yang terbanyak tidak mengenakan masker (72%) dan jumlah penumpang melebihi ketentuan (19%),” jelasnya.
Jasa Marga juga telah mengambil langkah efisiensi untuk menekan biaya operasional, di tengah penurunan pendapatan tol akibat pandemi Covid-19. Meski demikian Jasa Marga memastikan, anggaran yang dipangkas adalah pos biaya overhead atau biaya umum dan administrasi.
Baca juga: BPJT Masih Mengkaji Penyesuaian Tarif Tol
Jasa Marga mencatat tren penurunan lalu lintas di GT utama, yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, misalnya GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek, GT Cikupa Exit Tol Jakarta-Merak dan GT Ciawi 2 Tol Jagorawi. Sejak imbauan WFH dan pemberlakuan PSBB, penurunan arus kendaraan ke DKI Jakarta di GT Cikampek Utama 2 sebesar 27%, GT Cikupa Exit sebesar 26% dan GT Ciawi 2 sebesar 35%.
Tidak hanya di jalan tol yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, Jasa Marga juga mencatat adanya penurunan arus di ruas jalan tol jarak jauh antar kota. Contohnya, di Tol Trans Jawa, terjadi penurunan sekitar 34% dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal.




